Juanda Prediksi Puncak Mudik 18 Maret, Penumpang Capai 51 Ribu
- analisapost

- 10 menit yang lalu
- 2 menit membaca
SIDOARJO - analisapost.com | Bandar Udara Internasional Juanda Sidoarjo, resmi mengoperasikan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 sejak Jumat (13/3/26) untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik.

Puncak pergerakan penumpang diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan sekitar 50.888 penumpang, sementara arus balik tertinggi diperkirakan pada 29 Maret 2026 (H+7) mencapai 51.461 penumpang.
Posko yang berlokasi di lobby Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2) ini beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026 (H+8). Fasilitas tersebut difungsikan sebagai pusat pemantauan, informasi, serta pelayanan guna memastikan operasional penerbangan berlangsung aman, nyaman, dan tertib selama periode Lebaran.
Manajemen bandara mencatat, jumlah penumpang tahun ini diproyeksikan meningkat tipis dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan dipengaruhi libur panjang yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk bepergian lebih awal.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, hingga 9 Maret 2026 telah diajukan 136 penerbangan tambahan. Rinciannya, Citilink mengajukan 76 penerbangan, AirAsia 26 penerbangan, Lion Air 24 penerbangan, dan Super Air Jet 10 penerbangan.
Operasional posko melibatkan berbagai instansi, antara lain Satgaspam TNI AL, Otoritas Bandara Wilayah III, AirNav, Basarnas, BMKG, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, hingga operator maskapai dan ground handling.
Sinergi lintas lembaga ini dinilai penting untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di area check-in dan boarding gate.
Berdasarkan data sementara Posko Lebaran, pada 16 Maret 2026 tercatat 230 pergerakan pesawat dan 42.415 penumpang. Secara kumulatif selama 13-16 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 174.618 orang atau naik 7,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Rute dengan trafik tertinggi didominasi penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Sultan Hasanuddin, dan I Gusti Ngurah Rai.

Selain kesiapan di sisi udara, pengelola bandara juga mengoptimalkan layanan transportasi darat seperti taksi dan bus bandara untuk memperlancar mobilitas penumpang dari dan menuju Surabaya. Penataan area drop-off kendaraan turut dilakukan guna mengurai kepadatan di akses masuk terminal.
Masyarakat yang menuju bandara disarankan memilih jalur alternatif menuju kawasan Juanda guna menghindari kepadatan di jalur utama, terutama saat puncak arus mudik dan balik. Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, operasional angkutan udara Lebaran di Bandara Juanda diharapkan berjalan lancar, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik. (Dna)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.











Komentar