Botol Ungu Diduga Jadi Kunci Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
- analisapost

- 17 Mar
- 2 menit membaca
Diperbarui: 24 Mar
JAKARTA - analisapost.com | Sebuah botol yang ditemukan di lokasi kejadian diduga menjadi petunjuk penting dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Anggota Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) sekaligus kuasa hukum Andrie, Airlangga Julio, menyatakan seorang saksi menemukan botol berwarna ungu di sekitar lokasi kejadian. Botol tersebut diduga digunakan sebagai wadah cairan air keras yang disiramkan ke wajah dan tubuh Andrie hingga menyebabkan luka bakar sekitar 24 persen.
Julio menjelaskan, dalam rekaman CCTV terlihat benda menyerupai botol yang diduga dibuang oleh pelaku dari sepeda motor. Selain itu, botol tersebut memiliki bau yang serupa dengan cairan yang masih menempel pada pakaian korban.
Botol yang disebut berbahan relatif tebal itu telah diamankan oleh saksi dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Kami mendampingi saksi untuk menyerahkan barang tersebut kepada tim Resmob Polda Metro Jaya,ā ujar Julio dalam konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta, Senin (16/3/2026).
Selain botol, Julio juga menyinggung temuan helm yang diduga digunakan pelaku dan ditemukan di sekitar lokasi. Ia menduga helm tersebut sengaja dilepas karena cairan air keras turut mengenai pelaku.
Menurut Julio, terdapat indikasi pelaku mengalami luka akibat cairan yang disiramkannya sendiri. Hal itu, kata dia, terlihat dari dugaan pembuangan botol dan tindakan pelaku yang melepas helm saat melarikan diri dengan melawan arus dan berkendara cepat.
Ia pun meminta aparat penegak hukum segera mendalami temuan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan pelaku mencari perawatan medis secara diam-diam.
Julio menilai kecil kemungkinan pelaku sengaja membuang barang bukti penting atau melepas helm yang berisiko memperlihatkan identitasnya di CCTV.
āKami menduga pelaku juga terluka akibat air keras yang digunakannya,ā kata Julio.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan tengah mendalami barang bukti berupa botol dan helm tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyatakan kedua barang tersebut sedang diuji di laboratorium forensik.
Ia mengatakan, pemeriksaan difokuskan pada pencarian sidik jari dan DNA yang mungkin tertinggal pada barang bukti guna mengungkap identitas pelaku.
āKami berharap dari hasil uji laboratorium forensik dapat ditemukan sidik jari maupun DNA pelaku pada helm tersebut,ā ujar Iman. (Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com
Ikuti Kami:











Komentar