top of page

Alisha Cheryl Zaffa Harumkan Nama Indonesia Melalui Art Contest 2022 di AS

SURABAYA - analisapost.com | Alisha Cheryl Zaffa An-Najwa yang kerap di sapa Cello pelajar SD Al Alzhar 35 Surabaya berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Art Contest 2022-USA yang diselenggarakan pada hari Kamis 17 November 2022 tahun lalu.

Alisha Cheryl Zaffa An-Najwa saat di berikan sertifikat (Foto: Div)

Dari tujuh (7) siswa sanggar Lotus Art Courses, Cello melalui karya lukisnya yang berjudul "Have a Palace to live in" berhasil lolos seleksi untuk dipamerkan yang diselenggarakan oleh DEGALLERY di Bryan, Texas USA dalam rangka semarakan Hari Anak Internasional.


Tujuh (7) siswa Lotus Art Courses yaitu: Raisya Kayla Wijaya (Surabaya) usia 8 tahun dengan judul "Best wishes from my parents" menggunakan oil pastels on paper, Anindayu Gendhis 8 tahun (Samarinda) dengan karyanya “Best Friend Forever” menggunakan oil pastels on paper, Gim Hannah (Batam) 7 tahun dengan karyanya, "Watching Traditional Dance” menggunakan color markers on paper, Ayshlynnayra Dafriel (Surabaya) 9 tahun dengan karyanya “Play with my best friend” menggunakan oil pastels on paper, Amira Athirah (Samarinda) 9 tahun dengan karyanya “Go to another dimension with my best friend” menggunakan oil pastels on paper dan R Anggoro Mulneo (Surabaya) 12 tahun dengan karyanya “Sharing Love” mnggunakan acrylic colors on paper.


Fardani Annisa Damastuti merupakan dosen Teknologi Game di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, bunda dari Alisha Cheryl Zaffa An-Najwa juga menempuh S3 di Teknik Elektro ITS, saat di tanya mengenai sang putri ia menjelaskan, "Saya senang dan bahagia anak saya mendapatkan Award dan ini yang ke-2 kalinya mendapatkan di AS. Sebelumnya anak saya mendapatkan Award di ajang Peace Pals International pada bulan Desember. Anak saya ikut sanggar Lotus ini sudah 2 tahun," katanya, Kamis (9/3/23)

I Putu mahendra (Kiri), Alisha Cheryl Zaffa An-Najwa (Tengah), Fardani Annisa Damastuti, bunda dari Alisha (Foto: Div)

"Kakek saya itu pelukis, dia orang Bali. Jadi darah seni itu sudah ada dan mengalir pada anak saya. Waktu lomba kemarin dia buat Castle, harapannya ini bisa menjadi bekal di masa yang akan datang. Meskipun ini non akademis, siapa tahu bisa menunjang karirnya nanti meskipun tidak dibidang itu karena kebetulan dia suka menggambar Arts and Crafts itu mengasah otak kanan dan kirinya,"cerita sang bunda Cello kepada awak media Analisa Post.


Menurut keterangan sang bunda, Cello gadis manis ini menyukai seni sejak di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) darah yang dia miliki mengikuti sang kakek dari Bali.


"Senang ikut lomba tapi cita-citanya mau jadi dokter," kata Cello singkat saat di mintai keterangan.


Karya Cello terpilih sebagai 50 besar terbaik dari total pesaingnya sebanyak 360 karya dari 23 negara. Annisa bunda dari Cello menceritakan bahwa bakat yang dimiliki oleh anaknya selalu di suport oleh gurunya I Putu Mahendra di Lotus Art Courses, lantas di daftarkan untuk mengikuti ajang tahunan Hari Anak Nasional dengan mengirimkan karyanya ke AS.


Sementara sang guru menyampaikan, "meskipun mereka belum juara, tetapi kami bangga karena karya mereka berhasil dan lolos ikut dipamerkan oleh DEGALLERY, USA. Untuk lombanya memang November tahun 2022, tetapi sertifikatnya baru di berikan," ujar I Putu Mahendra saat di konfirmasi.


Sebagai guru sekaligus founder di Lotus Art Courses, ia selalu mengajak anak-anak untuk berani tuangkan mimpi lewat karya lukis sebagai wadah kreativitas menggambarkan sesuai imajinasinya mereka melalui karya seni sebagai ungkapan jujur tanpa adanya tekanan untuk berkompetisi menjadi yang terbaik. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page