Hasil Tes Antigen Barcode VS Non Barcode


Foto : Charles

Banyuwangi, Analisa Post | Bepergian menggunakan transportasi udara, darat dan laut, baik pribadi ataupun umum, ketika kita mencari surat-surat perjalanan harus benar- benar jeli.Jangan pernah berfikir setelah periksa antigen semua akan beres. Selasa (7/9/21)


Sebagai masyarakat awam, tentunya yang di ketahui adalah setiap perjalanan harus mengikuti prokes dan semua persyaratan yang di tentukan pemerintah harus terpenuhi.


Hal yang terpenting untuk mencari surat-surat antigen, adalah tanyakan apakah suratnya menggunakan barcode atau tidak sebelum mendaftar.


Kelihatannya sepele. Tetapi hanya karena tidak ada barcode jadi runyam. Terutama bagi warga yang ingin melakukan perjalanan baik darat, laut dan udara.

Foto : Div (Hasil tes antigen yang menggunakan barcode)

Dalam hal ini di harapkan siapapun yang menyediakan rapid antigen atau PCR, berharap surat- surat yang di lampirkan semua menggunakan barcode. Dengan demikian tidak mempersulit masyarakat yang akan melakukan perjalanan dan tidak akan terjadi pengulangan rapid antigen di hari yang sama hanya karena tidak ada barcode yang belum tentu orang tersebut membawa uang lebih saat perjalanan.


Dalam pantauan Analisa Post, saat perjalanan menuju Bali. Syarat yang berlaku selain KTP adalah pertama : menunjukan surat keterangan hasil rapid test antigen dengan barcode dan sampelnya diambil dalam waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan


Kedua : Menunjukan kartu vaksin minimal dosis pertama ini untuk perjalanan darat bus, mobil pribadi, Kereta Api, kapal laut, dan sepeda motor.


Perjalanan Udara, harus menunjukan PCR H-2. Persyaratan ini berlaku untuk perjalanan dari Jawa ke Bali dan dari Bali ke Jawa.


Diharapkan pemerintah benar-benar bisa sosialisasi kepada masyarakat tentang peraturan dalam perjalanan agar tidak terjadi ketimpangan seperti saat awak media Analisa Post mencoba untuk menelusuri perjalanan dengan mengikuti kendaraan yang menuju Bali.

Foto : Div (Hasil Tes Antigen tanpa Barcode)

Jika dari awal mengikuti test antigen di Jawa tanpa barcode, pasti akan di tolak di Ketapang, karena peraturan yang resmi wajib ada Barcode. Sampai pembelian tiket masuk ke kapal. Kalau sudah begini yang dirugikan tentunya masyarakat.


Peraturan masuk ke Bali memang ketat, tetapi jika semua di lakukan sesuai dengan aturan, maka tidak ada yang perlu di takuti.


Melalui tulisan ini Analisa Post mencoba mengikuti aturan yang diterapkan di Ketapang dan Gilimanuk. Berharap benar-benar masyarakat mengetahui informasi sesuai faktanya.


Jangan sampai sudah terlanjur beli tiket penyebrangan ternyata gagal hanya karena kurangnya informasi. Akhirnya dilokasi nampak antrian yang tidak sesuai prokes. Ditambah lagi banyaknya calo membuat masyarakat tidak nyaman.


Untuk memudahkan perjalanan selain persyaratan di atas, jangan lupa mendowlod Peduli Lindungi dan aplikadi Ferizy, aplikasi untuk membeli tiket penyebrangan secara online. Karena setelah adanya PPKM, tiket online terakhir bisa di beli sampai pukul 17.00 dan kendaraan terakhir bisa masuk ke pelabuhan pukul 19.00 (Red)


78 tampilan0 komentar