top of page

BPS Catat Impor Jawa Timur Naik 13,02 Persen, Didorong Lonjakan Nonmigas

SURABAYA - analisapost.com | Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai impor provinsi tersebut pada Januari–Februari 2026 mencapai 5,19 miliar dolar AS. Angka ini meningkat 13,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan sektor nonmigas menjadi pendorong utama kenaikan.

BPS Catat Impor Jawa Timur Naik 13,02 Persen Didorong Lonjakan Nonmigas
BPS Catat Impor Jawa Timur Naik 13,02 Persen, Didorong Lonjakan Nonmigas (Ilustrasi: Tim AP)

Plt. Kepala BPS Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers di Surabaya. Menurutnya, data ini menunjukkan aktivitas perdagangan internasional Jawa Timur yang tetap kuat pada awal tahun 2026.


Kenaikan total impor terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang tumbuh signifikan. Nilai impor nonmigas tercatat naik 23,97 persen, dari 3,68 miliar dolar AS pada Januari–Februari 2025 menjadi 4,56 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun ini.


Sebaliknya, impor sektor minyak dan gas (migas) mengalami penurunan cukup tajam. Nilai impor migas turun 31,01 persen, dari 0,92 miliar dolar AS menjadi 0,63 miliar dolar AS.


Penurunan juga terjadi pada beberapa komponen migas. Impor minyak mentah tercatat turun 31,30 persen, dari 72,21 juta dolar AS menjadi 49,61 juta dolar AS. Sementara itu, impor hasil minyak menyusut 44,19 persen, dari 661,77 juta dolar AS menjadi 369,32 juta dolar AS.


Di sektor nonmigas, sejumlah komoditas mencatat peningkatan signifikan. Golongan perhiasan atau permata (HS 71) menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yakni 467,66 persen, dengan nilai mencapai 514,87 juta dolar AS. Singapura tercatat sebagai pemasok utama komoditas ini dengan nilai impor sebesar 237,59 juta dolar AS.



Selain itu, mesin dan perlengkapan listrik (HS 84) juga mengalami kenaikan 22,02 persen atau sebesar 31,01 juta dolar AS. Mayoritas impor komoditas ini berasal dari Tiongkok dengan nilai 106,34 juta dolar AS.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M
Plt Kepala BPS Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M

Komoditas pupuk (HS 31) turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan impor nonmigas. Nilainya naik 20,55 persen atau 33,74 juta dolar AS, dengan Rusia menjadi pemasok terbesar senilai 62,88 juta dolar AS.


Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama berdasarkan HS 2 digit menyumbang 61,14 persen terhadap total impor nonmigas Jawa Timur. Herum Fajarwati menyebutkan, secara pertumbuhan, kelompok barang tersebut meningkat 29,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan. Besi dan baja (HS 72) menjadi salah satu komoditas yang mencatat penurunan. Nilai impornya turun 28,93 persen, dari 317,68 juta dolar AS pada Januari–Februari 2025 menjadi 225,78 juta dolar AS pada periode yang sama tahun ini.


Sebagian besar impor besi dan baja tersebut masih berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai 100,91 juta dolar AS. Penurunan ini mencerminkan adanya perubahan pada sisi permintaan maupun pasokan komoditas tertentu di pasar Jawa Timur. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Ikuti Kami

Google
Instagram
Youtube
Tiktok
Facebook
Whatsap

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya