Demo Mahasiswa Sidoarjo Berhasil Serukan Suara Masyarakat

SIDOARJO -analisapost.com | Aksi demo mahasiswa menyoal isu penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden RI menjadi 3 periode kembali digelar di Sidoarjo.Selasa (12/04/22)

Aksi yang di motori oleh aliansi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tersebut, berhasil memaksa masuk dan menduduki gedung DPRD kabupaten Sidoarjo.


Ilham selaku koordinator aksi pada siang hari ini memaparkan,jika tidak hanya membawa isu nasional terkait masa jabatan presiden 3 periode. Namun pihaknya juga membawa sejumlah isu seperti kelangkaan minyak dan naiknya harga sembako.


" Kami disini datsng kesini membawa isu terkait penundaan pemilu, masa perpanjang jabatan Presiden dan juga kelangkaan minyak gireng dimana -mana serta harga sembako dan bbm di tengah masyarakat yang semakin naik. Tentunya ini yang menjadi masalah yang dirasakan masyarakat" ujar ilham.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membawa isu lokal di Sidoarjo yang mencuat terkait titik baru pengeboran minyak di dua Desa yang ada di kecamatan Tanggulangin.


“Dua desa itu sedang mengalami penurunan tanah yang begitu parah. Kalau warga yang punya uang itu rumahnya di tinggikan, yang tidak punya uang akhirnya terendam. Sangat miris di kota kita,” imbuhnya.


Lebih lanjut, terkait isu lokal yang dibawa dalam aksi kali ini, mahasiswa Sidoarjo mendesak DPRD Sidoarjo selaku legislatif untuk segera merapatkan dengan eksekutif agar segera memberikan solusi dan titik terang untuk masyarakat Tanggulangin.

Sementara itu, didampingi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, dan perwakiln dari masing-masing Komisi di DPRD Sidoarjo, Ketua DPRD Sidoarjo Usman yang turun langsung menemui demonstran menjelaskan jika pihaknya menerima aspirasi massa aksi dengan tangan terbuka.


“Isu nasional serta isu lokal yang dibawa saat ini kami terima dengan tangan terbuka. Selain itu, kami disini sebagai penjembatan aspirasi teman-teman. Jadi usulan teman-teman mari kita kawal bersama,” kata Usman.


Usman juga menjelaskan jika terkait isu nasional seperti kelangkaan minyak goreng dan naiknya BBM ditengah masyarakat, pihaknya siap membawa tuntutan tersebut ke Kementerian terkait.


“Iya benar, kami sepakat akan itu, tetapi untuk kelangkaan minyak goreng dan BBM kan memang kewenangannya kementerian pusat. Jadi kita sama-sama sepakat untuk menyurati kementerian terkait dan kita kawal sama-sama,” tutupnya (Gaa)

2.689 tampilan0 komentar