Koster dan Rocky Gerung Ajak Mahasiswa Bali Sikapi AI dengan Nalar Kritis
- analisapost

- 15 jam yang lalu
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Perkembangan Artificial Intelligence (AI) kini memberi dampak luas terhadap berbagai sendi kehidupan. Selain menghadirkan kemudahan, kemajuan teknologi ini juga memunculkan tantangan yang menuntut sikap kritis dari masyarakat.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menegaskan bahwa kemajuan AI perlu disikapi dengan nalar yang tajam dan sikap selektif.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Dialektika dan Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence” yang digelar Universitas Mahasaraswati Denpasar, Selasa (6/1/26).
Dalam sambutannya, Koster menyampaikan bahwa perkembangan zaman merupakan keniscayaan. Namun, proses adaptasi terhadap teknologi digital harus dilakukan secara bijak tanpa mengikis identitas budaya Bali.
"Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi digital. Tantangannya adalah bagaimana beradaptasi dengan baik tanpa meninggalkan jati diri sebagai Nak Bali,” tegasnya.
Ia menambahkan, generasi muda menjadi kelompok yang paling dekat dengan perubahan ini. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyikapi kemajuan teknologi dengan cara berpikir kritis serta kemampuan menyaring informasi secara selektif.
"Kita harus mengikuti perkembangan zaman secara bijak, menyerap hal-hal yang positif dan tetap menjaga nilai-nilai yang kita miliki di Bali,” ujar Koster.
Sementara itu, Rocky Gerung sebagai narasumber utama mengajak civitas akademika untuk tidak menempatkan kecerdasan buatan sebagai otoritas tunggal dalam berpikir. Menurutnya, AI bukan pengganti nalar manusia.
"AI harus diuji dan dikritisi. Jangan sekadar bertanya pada AI, tetapi pertanyakan logika dan kesimpulan yang dihasilkannya,” kata Rocky.
Ia menjelaskan, AI bekerja berdasarkan kecepatan komputasi dan pola pembelajaran buatan, sedangkan manusia berpijak pada pengalaman, kesadaran, nilai, dan moralitas.
"AI tidak memiliki moral maupun passion. Di situlah keunggulan manusia sebagai makhluk yang berpikir sekaligus bermoral,” lanjutnya.
Rocky juga mengapresiasi langkah Universitas Mahasaraswati Denpasar yang mengangkat tema logika, dialektika, dan retorika di tengah arus deras teknologi digital. Ia menilai kemampuan berpikir logis, berdiskusi secara sehat, serta menyampaikan gagasan secara argumentatif merupakan keterampilan mendasar yang harus terus dijaga.
"Saya berharap dari Bali tumbuh komunitas yang konsisten merawat nalar sehat. Universitas Mahasaraswati memiliki peran strategis sebagai penjaga tradisi intelektual tersebut,” pungkas Rocky Gerung. (Brt)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar