Diduga Oksigen Palsu Beredar di Tulungagung, Bukan Untuk Pasien Covid-19, Tapi Untuk Ikan (Koi)

Diperbarui: 5 Des 2021


Foto : Humas

Tulungagung, Analisa Post | Terkait beredarnya berita tabung Oksigen yang diduga palsu untuk di Tulungagung tersebut. Ternyata tabung oksigen ini diperuntukan bukan untuk pasien covid19, tetapi untuk ikan hidup (Koi).


Maka Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K menuturkan, bahwa beredarnya berita terkait hal dugaan tabung oksigen diwilayah Tulungagung itu, ternyata bukan untuk pasien covid19, tetapi tabung oksigen itu diperuntukan bagi ikan hidup.


"Maka itu tidak benar, jika tabung oksigen itu untuk pasien covid-19, melainkan untuk ikan hidup atau ikan koi. Saat ini perkara tersebut sudah ditangani Satgas Gakkum Aman Nusa Polres Tulungagung, yang di back up Satgas Aman Nusa II Polda Jatim," tutur Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K, Kamis 22 Juli 2021 sore.


Namun sebelumnya telah beredar berita yang awalnya dari kelompok penjual ikan hias (Koi). Dalam hal ini, kelompok penjual ikan Koi yang setiap hari ke 4 orang ini sebagai penjual ikan hidup. Adapun ke 4 orang ini, yakni Azizul Adam, Aris Navianto, Supriono dan Imam Mualifin.


"Sehingga saat melayani penjualan ikan Koi dikemas dalam plastik dan yang mana dalam pengemasan ikan Koi didalam plastik, dibutuhkan adanya oksigen, agar ikan tidak mati saat dibawa pembeli.


"Selama ini, mereka ber-empat ini untuk mendapatkan oksigen dari membeli di Agen Resmi oksigen yang berada di Kelurahan Tamanan dan di Desa Pulosari Tulungagung. Namun pada hari Senin tanggal 19 Juli 2021, sekira pukul 11.00 WIB, kelompok ini kehabisan oksigen," tambahnya.

Foto : Humas

Ketika itu mereka sadar kalau stok oksigennya habis, maka saudara Imam Mualifin berinisiatif untuk menghubungi Muhammad Rifai, menanyakan apakah masih ada stok oksigen ? Diketahui kalau Muhammad Rifai juga sebagai pembudidaya bibit ikan Gurami.


"Maka saat itu Muhammad Rifai mengatakan, dia masih punya stok oksigen sebanyak satu tabung ukuran 6 meter kubik. Sehingga Imam Mualifin pinjam (meminta) dengan cara membawa tabung kosong ukuran satu meter Kubik ke rumah Muhammad Rifai untuk di isikan ke tabung itu," lanjutnya.


Imam Mualifin setelah mendapat oksigen langsung pulang dengan membawa oksigen itu dan segera memberitahukan ke 3 teman satu kelompoknya itu.


"Ketika Muhammad Rifai, pada hari Sabtu 17 Juli 2021, sekira pukul 16.00 WIB juga mendapat oksigen dari Daroini, yang datang ke rumah Muhammad Rifai. Karena masih tetangga, tujuannya untuk meminjam tabung oksigen yang kosong sebanyak 3 tabung, ukuran 6 meter Kubik, yang untuk digunakan membantu Santri sakit berada di Ponpes Termas Pacitan," ujarnya.


Saat itu Muhammad Rifai telah mengijinkan tabung kosongnya dipinjam, dengan catatan satu tabung agar diisikan, untuk dipakai sendiri.


Bahkan saat itu Daroini pada pukul 20.00 WIB menyuruh Ratno untuk ambil 3 tabung kosong dirumah Muhammad Rifai. Selanjutnya ke 3 tabung kosong dibawa ke Ponpes Termas, berada di Desa Termas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, ketika itu bersama anak kandung Daroini, yaitu Hakim.


"Sesampainya di Ponpes Termas, Ratno menyerahkan ke 3 tabung oksigen itu ke pengurus Ponpes, yang bernama Saf'ik dan oleh Saf'ik menyuruh Ratno menunggu di Ponpes, karena Saf'ik mau pergi ke Kantor BPPD Kabupaten Pacitan untuk mengambil satu tabung yang sudah berisi oksigen," jelasnya.


Maka satu tabung yang telah berisi oksigen itu, oleh Saf'ik diserahkan ke Ratno. Tabung yang berisi itu dibawa pulang ke Tulungagung dan tabung oksigen itu diserahkan ke Muhammad Rifai.


Namun hari Senin 19 Juli 2021 sekira pukul 11.20 WIB, Imam Mualifin mendatangi ke rumah Muhammad Rifai untuk pinjam (meminta) oksigen itu dengan membawa tabung ukuran satu meter Kubik.


Selanjutnya yang digunakan untuk mengisi kemasan pada plastik ikan Koi itu dan menyebabkan ikan mabuk, bahkan sudah ada 4 ikan yang mati kekurangan oksigen," pungkas Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K (Red/Bertus).

8 tampilan0 komentar