Eri Cahyadi Mendengar Keluh Kesah Warga Kelurahan Ngangelrejo di Hari Kedua Ngantor


Foto : Div (Walikota Eri Cahyadi saat ngantor di kelurahan Ngagelrejo)

Surabaya, Analisa Post | Kota Surabaya memiliki 154 kelurahan. Ratusan kelurahan itu akan menjadi kantor baru Eri Cahyadi dan akan dikunjungi secara bergiliran. Dalam satu hari, Eri bakal berkantor di dua kelurahan. Ini hari kedua Eri Cahyadi berkantor di kelurahan Ngagelrejo Kecamatan Wonokromo kota Surabaya. Sejak pukul 09.00-12.00 di dampingi jajaran membahas tentang apa saja yang menjadi kendala di masyarakat. Jumat (21/05/2021)


Hal ini membuat angin segar bagi masyarakat, salah satunya warga Ngagelrejo datang mengantri untuk mengurus mutasi sekolah anaknya dari Jakarta ke Surabaya.


Menurut Bapak tersebut semua urusan sekarang serba mudah tidak ada kendala. Apalagi sekarang bisa dilakukan secara online. Beliau mengatakan,"Saya mengurus surat-surat mulai kemaren. Setelah dapat surat pengantar dari RT dan RW baru keluruhan. Jadi saya tidak perlu nunggu lama. Ngak seprti dulu." Ujarnya kepada awak media Analisa Post.

Foto : Div (Masih terlihat pelayanan secara Offline)

Di sisi lain saat Walikota datang ke Kelurahan Ngagel Rejo, sempat mengeluhkan karena masih menemukan layanan offline atau tatap muka yang sebetulnya bisa di lakukan lewat aplikasi. "Terkait dengan layanan, maka semua administrasinya itu harus lewat aplikasi," kata Eri Cahyadi.


Walikota satu ini sengaja datang ngantor di tiap-tiap kelurahan, agar bisa bertemu warganya dan mendengar langsung permasalah yang dihadapi warganya.


Seperti yang dialami Afinta Fajar Yuniati salah satu warga Ngagel Tirto yang menanyakan akte kelahirannya yang terhenti setahun. Hal itu disebabkan ketika ia sedang mengurus 6 legalisir akte kelahiran keluarga, yang di terima hanya 4 akte kelahiran alasannya tidak tercatat di Dispendukcapil.


Yuniati juga mengatakan, "Menurut petugas kelurahan bahwa tidak ada legalisir akte kelahiran dirinya dan adiknya, Nurul Fitriyah karena adiknya tinggal di Sidoarjo. Kalau akte ibu tidak berlaku, karena harus diperbaharui." Ujarnya


Masyarakat berharap keluh kesah mereka benar-benar didengar dan langkah Walikota ini bisa ditiru oleh pejabat lainnya. (Dna/Che)



9 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua