top of page

Gaungkan AI sebagai Co-Pilot, Mahasiswa ISTTS Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2025

SURABAYA - analisapost.com | Mahasiswa semester enam Program Studi Informatika Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), Trevis Artagrantdy Kurniawan, terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025. Program bergengsi yang diinisiasi Google ini bertujuan menjaring mahasiswa berprestasi yang aktif mempromosikan literasi teknologi dan inovasi digital di lingkungan kampus.

Trevis Artagrantdy Kurniawan, mahasiswa semester enam Program Studi Informatika ISTTS terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025.
Trevis Artagrantdy Kurniawan, mahasiswa semester enam Program Studi Informatika ISTTS terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025.(Foto: Div)

Penunjukan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas akademik, kepemimpinan, serta kontribusi mahasiswa ISTTS dalam mengembangkan ekosistem teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Trevis menuturkan, keikutsertaannya dalam program tersebut berawal dari hal yang tidak direncanakan. Ia mendaftar atas ajakan dosennya yang juga berstatus Google Developer Expert, Prof. Esther, melalui formulir daring.


"Awalnya hanya coba-coba. Setelah itu saya diminta membuat konten Instagram pertama tentang pengenalan Gemini. Sempat lama tidak ada kabar, lalu tiba-tiba mendapat email bahwa saya diterima sebagai Google Student Ambassador 2025,ā€ ujarnya.


Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut, meski di sisi lain merasa tertantang karena memiliki kepribadian introvert.


"Ada rasa bangga, tetapi juga tidak nyaman karena saya introvert. Namun perlahan saya belajar, kadang meminta bantuan teman dan terus berusaha memperbaiki diri karena ada tanggung jawab besar untuk terus menggali ilmu,ā€ ceritanya saat di wawancarai, Sabtu (21/2/26).


Dalam perannya sebagai Google Student Ambassador 2025, Trevis bertugas memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat, kampus mengenai pemanfaatan teknologi Google, khususnya di bidang AI. Konsep yang diusung menekankan bahwa AI bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan pendukung produktivitas dan kreativitas mahasiswa di era transformasi digital.


ā€œTugas utama kami memastikan benar-benar memahami produk Google. Banyak fitur AI yang sebenarnya sangat membantu, tetapi belum banyak diketahui atau dimanfaatkan secara maksimal,ā€ katanya.


Menurutnya, masih banyak pengguna yang belum mengoptimalkan fitur-fitur AI, padahal teknologi tersebut dapat menunjang proses belajar maupun pekerjaan sehari-hari.


Dalam kapasitasnya sebagai ambassador, ia dituntut memahami secara komprehensif berbagai produk Google, terutama teknologi berbasis AI yang terus berkembang pesat.


Melalui berbagai program dan kegiatan, ia aktif mengedukasi mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi Google, termasuk integrasi AI dalam pengembangan aplikasi, analisis data, serta optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi.


Selain itu, ia juga berperan menjembatani komunikasi antara Google dan komunitas kampus, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas institusi.


"Secara ekonomi mungkin ada peluang yang datang, tetapi yang paling penting adalah dampak sosialnya. Saya bisa berbagi pengetahuan dan membawa pengaruh positif bagi orang lain,ā€ tuturnya.


Ia juga menekankan pentingnya literasi AI di tengah masyarakat. Menurutnya, salah satu harapan Google terhadap para ambassador adalah mengubah pola pikir yang masih cenderung menolak penggunaan AI.


"Kita tidak bisa menghindari AI. Yang perlu dilakukan adalah menjadikannya teman atau co-pilot, bukan melihatnya sebagai ancaman,ā€ tegasnya.


Trevis menilai pengalaman sebagai Google Student Ambassador memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun personal branding serta memperluas jejaring mahasiswa lintas universitas. Saat ini, ia fokus pada pengembangan aplikasi mobile dan kecerdasan buatan.


Di balik perannya tersebut, Trevis mengakui adanya tantangan, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan dan pendalaman riset teknologi. Ia juga harus beradaptasi untuk tampil di depan kamera dalam membuat konten digital.


Pihak ISTTS menyambut baik capaian tersebut dan berharap keikutsertaan mahasiswanya dalam program internasional ini dapat mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa lain, sekaligus memperkuat reputasi kampus dalam bidang teknologi dan inovasi. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya