Maknai Valentine Versi Bali, Gubernur Koster Traktir Kopi dan Babi Guling untuk Anak Muda
- analisapost

- 4 Jan
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Gubernur Bali Wayan Koster memilih cara sederhana namun bermakna untuk merayakan Tumpek Krulut, yang kerap disebut sebagai Hari Valentine versi Bali. Pada Sabtu (3/1/2026), ia berbagi kasih sayang dengan masyarakat melalui aksi mentraktir kopi dan babi guling di sejumlah titik di Bali.

Momentum Tumpek Krulut, yang dimaknai sebagai Hari Tresna Asih, dirayakan Koster dengan membagikan ribuan cangkir kopi gratis di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat, khususnya dari kalangan anak muda.
Tak hanya itu, Gubernur Bali dua periode ini juga mentraktir masyarakat dengan hidangan babi guling di Warung Men Wenci, Kabupaten Badung. Sejak pagi, warung tersebut dipadati pengunjung. Dua ekor babi guling habis dalam waktu singkat, menandakan tingginya antusiasme warga.
Di Tan Panama Coffee Shop, suasana tampak akrab. Koster terlihat santai bercengkrama dengan para pengunjung yang didominasi yowana. Ia bahkan melayani permintaan swafoto dengan ramah, menjadikan momen tersebut terasa dekat dan penuh kehangatan.
Menurut Koster, Tumpek Krulut merupakan hari kasih sayang berdasarkan kearifan lokal Bali yang patut dimaknai secara nyata. Selain mempererat hubungan antarsesama, perayaan ini juga menjadi sarana memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.
"Tumpek Krulut adalah momentum untuk berbagi dan membangun interaksi hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal," ujarnya.
Koster menegaskan kegiatan tersebut dijalankan secara niskala lan sekala. Secara niskala, perayaan diawali dengan persembahyangan di Pura Candi Narmada. Sementara secara sekala, diwujudkan melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat di ruang-ruang publik seperti kedai kopi.
Antusiasme warga pun terasa kuat. Prama, seorang pengunjung asal Denpasar, mengaku senang bisa merasakan langsung suasana kebersamaan itu.
"Kebetulan weekend dan ditraktir Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah dapat momen kebersamaan seperti ini," katanya.
Di sisi lain, Koster menekankan peran strategis UMKM lokal sebagai penjaga budaya sekaligus ruang kreativitas generasi muda Bali. Melalui Tumpek Krulut, ia berharap solidaritas, kebersamaan, serta rasa tresna asih di tengah masyarakat semakin meng
Rangkaian perayaan ditutup dengan pentas musik di Panggung Terbuka Ksirarnawa, Art Center Denpasar, mulai pukul 18.00 WITA. Hiburan tersebut dikemas dengan nuansa tenang dan damai agar masyarakat dapat menikmati kebersamaan dengan nyaman.
“Nilai-nilai kearifan lokal seperti Tumpek Krulut harus terus dirawat agar tetap relevan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern Bali,” pungkas Koster. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar