GMNI Surabaya Peringati 52 Tahun Haul Bung Karno

SURABAYA - analisapost.com | Memperingati 52 tahun Bung Karno, DPC GMNI Surabaya selenggarakan diskusi 'Meruwat Pemikiran Bung Karno: Nation and Character Building', di Museum HOS Tjokroaminoto, Jl Peneleh, Kota Surabaya, Rabu (22/6).

Ketua DPC GMNI Surabaya Refi Achmad Zuhair mengatakan, pemikiran Bung Karno (Soekarno) harus bisa menjadi refleksi rakyat Indonesia terhadap situasi Bangsa Indonesia hari ini.


"Kini pasca 52 tahun wafatnya Bung Karno, tema nation and chatacter building mengingatkan kita akan lunturnya karakter Bangsa Indonesia. Maka, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kembali membangunnya," kata Refi Achmad Zuhair dalam sambutannya.


Refi mengingatkan kader GMNI Surabaya untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Hal itu harus diterapkan di kampus dan di luar kampus.


"Sebagai anak ideologis Bung Karno harus menjaga marwahnya, yakni salah satunya dengan menerapkan Pancasila sebagai philosopische grondslag. Dimana kelima sila itu tadi menjadi dasar untuk mengaplikasikan di segala lini, baik di kampus atau di luar kampus," tegasnya.


Dengan adanya agenda ini, Refi berharap terjadi dialektika untuk membangun Bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Selain itu menambah spririt kader GMNI Surabaya untuk terus melakukan pengabdian masyarakat dan kerja organisasi lainnya.


"Dengan diskusi-diskusi seperti ini, kita berusaha untuk mengingat kembali buah pikir dari sang putra fajar. Melalui bukunya, pidatonya, harapannya kembali memompa spirit kita dalam berorganisasi,"  tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Surabaya Abdul Ghoni Muklas Ni'am mengatakan, untuk mewujudkan nation and character building dengan menerapkan revolusi mental, yang juga merupakan gagasan Bung Karno.


"Ini problem kita dimana mentalitas individu rakyat masih belum memaknai Indonesia sebagai bangsa yang besar," ungkap Ghoni.


Menurut Ghoni, dengan Presiden Jokowi menjadi Presidensi G20 adalah sebuah prestasi besar. Wibawa dan nama besar Bangsa Indonesia juga ikut terangkat.


Namun, Ghoni menyayangkan adanya intoleransi yang bisa menghambat untuk mewujudkan nation and character building. Selain itu, bisa menghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya ini juga menyinggung adanya kelompok Khilafatul Muslimin yang eksis di berbagai kota di Indonesia.


"Beberapa minggu lalu kita dihebohkan dengan khilafatul muslimin. Sampai kita ini yang pengagum Soekarno dikatai PKI oleh kelompok-kelompok seperti mereka, padahal Soekarno sendiri sholat 5 waktu," ujarnya.


Character building, bagi Ghoni, adalah upaya menjaga identitas Bangsa Indonesia. Maka dari itu, dirinya mengusulkan pembuatan patung Bung Karno yang nantinya akan ada di berbagai titik di Kota Surabaya.


"Founding father kita sudah menata negara ini dengan baik. Ajaran-ajaran beliau perlu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan merajut persatuan dan kesatuan yang hari ini mulai terkikis sedikit demi sedikit," katanya.


Dikatakan Ghoni, Bung Karno dilahirkan dan cukup lama mengenyam pendidikan di Surabaya. Karena demikian, warga Indonesia, khususnya Surabaya, harus mengetahui nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya.


"Saya berharap nantinya kegiatan pembelajaran di luar kelas bisa dilakukan di tempat-tempat yang memiliki nilai-nilai historis, dan surabaya memiliki itu yakni sebagai kota pahlawan" katanya.(☆)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

#HaulBungkarno #Bungkarno #GMNISurabaya

35 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua