'Gunung Baru' Semburan Lumpur Berusia Ratusan Tahun

SURABAYA - analisapost.com | Kota Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan, yang dikategorikan kota tua. Terhitung dari tahun 1293 hingga tahun 2022 sekarang ini sudah menginjak usia ke 729 tahun. Dengan tahun yang sudah setua itu, banyak sejarah yang dimiliki oleh Kota Pahlawan ini. Seperti halnya sejarah mengenai nama jalan atau kampung. Senin (04/04/22)

Gundukan tanah yang mengeluarkan lumpur panas yang bercampur dengan cairan seperti minyak (Foto: Div)

Salah satu kawasan yang menarik untuk diulas disini adalah 'Kampung Gunung Anyar' Surabaya. Kata 'Gunung' yang disematkan dalam nama kampung ini tentu mengundang banyak pertanyaan. Sebagaimana diketahui, bahwasannya di Kota Surabaya ini tidak ada gunung. Pasalnya Kota Pahlawan ini termasuk Kota terbesar kedua setelah DKI jakarta.


Nama Jalan dan Kampung Gunung Anyar ini memiliki makna 'Gunung Baru' istilah untuk menyebut gundukan atau kumpulan lumpur yang dikeluarkan namun tidak membahayakan sehingga membentuk seperti bukit. Dari sinilah sejarah lahirnya kampung Gunung Anyar Surabaya diambil dari gundukan tanah yang aktif menyemburkan lumpur dan sudah berusia ratusan tahun.


Bentuk fisik dari dari gundukan tanah setinggi 5 meter dan sekelilingnya berupa hamparan pasir yang sering di gunakan oleh warga sekitar untuk bermain sepak bola. Namun Apabila musim penghujan, lapangan tersebut tidak bisa dilalui dan digunakan, bahkan tidak bisa dilewati pejalan kaki akibat genangan lumpur dari gunung tersebut.


Hingga saat ini Gunung Anyar masih bisa dibilang aktif karena dari puncaknya masih mengeluarkan lumpur panas yang bercampur dengan cairan seperti minyak. Titik semburan lumpur ini lebarnya bervariasi mulai dari 15 cm hingga 30 cm.


Saat musim kemarau jumlah titik semburan dan daya semburan lumpurnya akan berkurang. Namun jika musim penghujan tiba, jumlah titik semburan semakin banyak dan daya seburan lumpurnya juga semakin besar. Lelehan muntahan Gunung Anyar ini bisa mengalir hingga meluber ke sekitar gunung.


Perbandingannya mungkin setinggi atap rumah satu lantai. Jenis tanah dari Gunung Anyar ini berupa tanah lumpur yang berwarna kekuningan. Untuk naik ke puncak Gunung Anyar ini, jalurnya cukup mudah. Hal ini dikarenakan sudah ada jalan setapak yang mudah untuk dilewati.


Bagi warga yang ingin melihat tempat tersebut, diharap waspada terhadap semak belukar yang ada, karena banyak duri tajam. Tanaman khas yang banyak tumbuh di Gunung Anyar ini adalah kaktus dan pohon lamtoro. Uniknya kedua tanaman ini hanya tumbuh di permukaan gunung saja, di sekitar rumah penduduk tidak ada tanaman sejenis tersebut.


Dari pantauan tim Analisa Post diketahui lokasi ini terletak di Jalan Gunung Anyar Tengah Gang 5 Dalam, termasuk Wilayah Rt 01 Rw 02. Kelurahan Gunung Anyar. Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Posisinya di tengah permukiman penduduk. Jadi di sekelilingnya sudah banyak rumah warga. Semenjak jalan Merr 2C selesai dibangun.


Untuk mendaki Gunung Anyar ini, bisa melewati jalur Merr 2C ke arah Selatan. Sebelum mencapai Pondok Chandra atau Sidoarjo, ambil putar balik kanan tepatnya dibelakang masjid Assalam Puri Mas atau Proyek Apartemen kurang lebih 200 meter, ambil jalan masuk ke kiri, lantas ada warung bernama Rawon Banyuwangi, Setelah itu Gunung Anyar sudah terlihat jelas.


Kawasan yang terletak disisi timur Kota Surabaya berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo pada sisi sebelah selatan.


Dengan adanya Jalan Merr 2C, daerah ini semakin ramai dan semakin dikenal, selain itu lokasinya tidak jauh dari bandara Internasioanl Juanda sehingga semakin banyak orang yang melintas setiap harinya. Bahkan Di sisi kanan kiri jalan Merr 2C ini sudah terdapat Warung Kopi (Warkop) dan Warung kuliner lainnya. (Lys/Dna)


733 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua