Harapan Masyarakat Saat Pantauan PPKM Darurat Jawa dan Bali


Foto : Div (Touring melihat kondisi PPKM Darurat Jawa-bali)

Surabaya, Analisa Post | Pandemi belum usai. Kasus Covid-19 di Jawa-Bali terus meningkat. Untuk itulah Pemerintah memberlakukan PPKM darurat. Kali ini aturan yang diterapkan begitu ketat. Minggu (18/07/2021)


Beberapa jalan utama dilakukan penyekatan dengan pertimbangan untuk melihat kondisi di lapangan. Oleh karena itu Analisa Post langsung berangkat menyusuri jalur Jawa dan Bali. Perjalanan dimulai dari Kota Surabaya.


Semenjak di berlakukannya PPKM, jalan situasinya sangat sepi begitu juga sewaktu masuk Kabupaten Bangil dan Pasuruan beberapa jalan utama ditutup dan dijaga petugas.


Hal yang sama ketika masuk Situbondo hingga Banyuwangi. Aturan sangat ketat di berlakukan di pelabuhan Ketapang. Namun tetap bisa masuk dengan beberapa persyaratan yang di bawa.

Foto : Div (Touring melihat kondisi PPKM Darurat Jawa-bali)

Bagi warga yang sedang bertugas atau bekerja harus melintasi Jawa dan Bali, perlu diperhatikan kelengkapan surat-suratnya. Dimana warga yang akan melintas wajib membawa surat swab dan bukti sudah melakukan vaksin. Tanpa itu semua jangan harap dapat melanjutkan perjalanan.


Dalam hal ini pemerintah mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang sudah di tetapkan. Tidak ada ruginya bila masyarakat bepergian membawa kelengkapan surat-surat sesuai aturan yang telah di tetapkan masa pandemi. Semua ini karena wabah yang di alami oleh bangsa kita.


Dengan mengikuti aturan yang sudah di tetapkan, maka masyarakat pun bisa bepergian sesuai dengan pekerjaannya tanpa ada rasa ketakutan.


Begitu juga harapan masyarakat kepada pemerintah di sampaikan,"Kita mau saja ikut swab, tetapi jika setiap bepergian, harus di masukan alat ke hidung, otomatis kalau luka, siapa yang tanggung jawab. Belum lagi biaya yang tinggi. Kondisi seperti ini, kami harus bekerja, tetapi kami juga harus mengeluarkan uang untuk biaya swab, pastinya berat." Ujarnya tanpa mau menyebutkan namanya.

Foto : Div (Saat berada di tenda pos pantauan PPKM Darurat)

Dari pantauan Analisa Post, di era pandemi COVID-19 seperti sekarang, tidak sedikit orang yang mengalami risiko gangguan mental yang di picu akibat kehilangan pekerjaan, berkurangnya pendapatan, terbatasnya aktivitas, keharusan menjalani kebiasaan baru, dan sebagainya.


Tak hanya soal mendengar PPKM, isu tentang seruan menolak membaca berita Covid-19, pun masyarakat terasa bosan mendengarnya.


Masyarakat hanya berharap, pada era normal baru seperti sekarang ini, penting pemerintah dan masyarakat bekerjasama untuk selalu menciptakan suasana hati yang tenang, berpikir secara realistis, obyektif, rasional dan proporsional serta bertindak, dan berpikir yang sehat.(Dna,Che)









824 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua