Ibadah Versus Masker
- analisapost

- 4 Sep 2021
- 1 menit membaca

Surabaya, Analisa Post | Melaksanakan Ibadah di masa pandemi begitu susah. Berbagai aturan diterapkan salah satunya jaga jarak.
Tetapi sebelumnya Ibadah sudah dilakukan secara online. Memang terasa asing. Tapi mau gimana lagi itu sudah aturan dari Pemerintah.
Para umat merasa terkekang kebebasannya untuk sekedar beribadah terhalangi oleh prokes.

Sampai kapan aturan ini diterapkan? Susah untuk menjawab. Intinya sesuka hati yang buat aturan.
Kebanyakan masyarakat ngomel dalam hati terlalu rumit. Masak mau ke tempat Ibadah pakai aplikasi.
Bagaimana yang umurnya sudah tua kan tidak paham dengan namanya gedget.
Dengan kata lain Ibadah terkalahkan dengan Covid-19. Otomatis adanya kebijakan dari Pemerintah, membuat Gereja melakukan over Proteksi terhadap umatnya.
Adanya Aplikasi yang diwajibkan membuat semua serba terbatas termasuk urusan Keagamaan.
Padahal Agama adalah pondasi utama. Kalau sudah begini masyarakat agar selalu Beribadah rumah.
Harapannya Pemerintah lebih bijak mengeluarkan keputusan, Jangan sampai merugikan. Atau kalau perlu pembuat keputusan minum kopi dulu sebelum memutuskan dan pastinya biar tidak salah paham.(Red)





Komentar