Jalur Evakuasi Ke Lokasi Bencana Erupsi Semeru Masih Terputus

NEWS UPDATE Erupsi Gubung Semeru pk.19.30 WIB


LUMAJANG - analisapost.com | Gunung Semeru di daerah Lumajang kembali erupsi. Gunung Semeru menyemburkan abu vulkanik menyebabkan warga di sekitar menjadi panik. Erupsi yang disertai hujan abu vulkanik cukup tebal sabtu sore sekitar pukul 15.42 WIB. Akibat hujan abu yang tebal dua kecamatan sekitar desa Sumber Wuluh Kecamatan Candi Puro Lumajang Jawa Timur terpantau gelap gulita. Sabtu (04/12/21)

Kondisi bencana akibat letusan Gunung Semeru masih sangat mengkhawatirkan. Daerah paling parah terdampak adalah kawasan Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo. Akses menuju Curah Kobokan terputus, akibat ambrolnya jembatan Gladak Perak, Lumajang.


Erupsi Gunung api ini mengeluarkan asap sangat pekat berwarna abu-abu berukuran besar. Gunung semeru yang memiliki ketinggian 3676 mdpl


“Kondisi masih sangat tidak menentu di lokasi bencana. Belum ada kepastian titik kumpul dan pemusatan pengungsi, mengingat cuaca masih sangat buruk di lokasi dan Gunung Semeru masih menyemburkan awan panas hingga saat ini." jelas Supratman, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi PDIP yang dihubungi awak media Analisa Post melalui sambungan telepon di sela-sela kesibukannya berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Foto : Dokpri (Supratman, S.H. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi PDIP)

Menurut Supratman, "satu-satunya akses bantuan yang memungkinkan hanya lewat jalur Gunung Sawur yang dapat ditempuh melalui jalur dari Malang. Namun itu pun belum didapat kepastian karena kondisi di jalur tersebut juga sedang hujan lebat. Jika jalur ke Gunung Sawur ini juga tidak dapat ditembus, dipastikan proses bantuan dan evakuasi warga terdampak masih akan sangat sulit." Terangnya


Namun hingga saat ini belum terdapat laporan tentang korban jiwa, selain luka-luka saja yang dibawa ke puskesmas terdekat. Kesulitan lain, aliran listrik di beberapa tempat terdampak bencana juga padam.


Selain bantuan logistik pangan, para pengungsi yang kebanyakan menempati berbagai masjid, perlu sekitar 5000 hingga 10.000 unit masker karena walaupun kondisi hujan, namun partikel pasir halus tetap membahayakan para penduduk di lokasi bencana.


Ketika disinggung mengenai dampak bagi penambang pasir di sekitar Pasuruan, Supratman menyampaikan, hampir tidak terdampak bencana. Justru dengan adanya bencana ini dipastikan volume pasir di kawasan penambangan akan bertambah banyak, dan ini sisi lain berkah dari bencana ini bagi para penambang pasir.


Saat ini Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menjalin koordinasi dengan beberapa Pemerintah Kabupaten lain di sekitar Kabupaten Lumajang, karena diperlukan banyak personil untuk melakukan evakuasi, alat berat, obat-obatan dan pendirian dapur umum.(Kusuma Hidayat)


1.996 tampilan0 komentar