Kasus Eksploitasi Ekonomi Yang di Timbulkan SPI Batu Malang Masih Bergulir

SURABAYA - analisapost.com | Kedatangan Arist merdeka Sirait Ketua Komnas perlindungan Anak ke Polda Jatim bersama korban dan saksi adalah untuk memberikan kelengkapan berkas laporannya R sebagai pelapor. Kasus mengenai eksploitasi ekonomi terhadap anak, masih terus bergulir. Jumat (20/05/22)

Arist merdeka Sirait Ketua Komnas perlindungan Anak bersama Saksi pelapor (Foto: analisapost)

Sebagi saksi lapor sudah diperiksa dan diperkuat dengan pemeriksaan 4 saksi korban serta dilengkapi surat penyataan korban. Terbukanya kasus tersebut ketika mendapat laporan dari salah satu murid SPI memanfaatkan anak untuk dipekerjakan. Diharapkan hukum yang berlaku benar-benar adil.


"Jadi hari ini kami hadir sesuai dengan panggilan dan undangan dari Kasubdit Renakta Polda Jatim untuk meminta keterangan dan kelengkapan dari saksi pelapor atas dugaan kejahatan eksploitasi ekonomi yang dilakukan oleh Julianto Ekasaputra pemilik dan pengelola Sekolah Selamat Pagi indonesia."


"Kelengkapan itu dibutuhkan supaya tidak bolak-balik lagi dan langsung P21. Harapannya sesuai dengan laporan yang diberikan, dikenakan pasal 76i dan pasal serius pasal 88 UU RI no 17 Tahun 2016 dengan ancaman dihukum maksimal 15 Tahun dan minggu depan sudah bisa diputuskan" Jelas Ketua komnas Perlindungan Anak.


"Harapan saya setelah P21, saudara julianto bisa ditangkap dan ditahan." tegas Arist yang disampaikan kepada awak media Analisa Post saat ditemui di Polda Jatim.


Secara prinsip setiap anak berhak dilindungi dari eksploitasi dalam bentuk apapun yang merugikan. Hal tersebut merupakan kewajiban orang tua atau pihak lain yang terkait.


Jadi dengan adanya bentuk tindakan kekerasan dimana pelakunya bertujuan untuk memperoleh keuntungan komersil/ekonomi agar memperoleh uang, barang atau jasa bagi pelaku tentu sangat di sayangkan karena sudah melumpuhkan perkembangan anak. (Che/Dna)

2.906 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua