Kecamatan Jatirogo yang Terlewatkan


Foto : Div

Tuban, Analisa Post | Diera Otonomi Daerah diharapkan potensi tiap desa harus digali dan dikembangkan. Peran serta Kabupaten sangat penting dalam membangun didesa. Hal itu bisa dilakukan melalui pihak terkait. Minggu (25/07/2021)


Seperti yang terlihat pada Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban yang berbatasan beberapa daerah, sebelah Utara berbatasan dengan Bancar, sebelah Timur Bangilan, sebelah Selatan Kenduruan, dan sebelah Barat, Sale kabupaten Rembang Jawa tengah. Untuk lokasinya Jatirogo sendiri berada ditengah hutan.


Luas Jatirogo 111,98 km. Dengan jarak tempuh ke Kabupaten Tuban sejauh 56 km. Dengan jumlah 18 desa. Untuk mengenal lebih dekat akan Kecamatan tersebut. Maka Analisa Post melakukan perjalanan langsung ke Jatirogo.


Selama perjalanan menuju Kenduruan, Jatirogo, Analisa Post melawati hutan. Disarankan bagi masyarakat bila akan berkunjung ke sana jangan pada malam hari karena sangat membahayakan.

Foto : Div (Sebuah penginapan yang tidak sesuai dengan foto yang tampil di google)

Warga Kenduruan bermata pencaharian petani, sebagian pedagang. berbicara masalah potensi, daerah ini tentu memiliki potensi yang tak kalah dengan daerah lainnya. namun perhatian yang di berikan kurang maksimal. Contoh seperti penginapan Pertiwi di jalan panglima Sudirman no 599 sadang, Jatirogo Tuban.


Sebuah penginapan, tentunya memiliki standarisasi meskipun penginapan itu bisa kita cari berdasarkan yang ada di google. Namun apakah pemerintah mau kros cek yang di google dan faktanya tidak sesuai.


Begitu juga potensi alam yang dimiliki Kecamatan Jatirogo. sangat di sayangkan jika daerah yang memiliki potensi ini kurang menjadi perhatian, meskipun masa pandemi. Ironis dijaman secanggih ini masih ada Kecamatan yang kurang berkembang.

Foto : Div (Kegiatan warga yang masih dilestarikan)

Begitu juga dengan kuliner yang ada di daerah kanduruan. Tiap-tiap daerah pasti memiliki makanan tradisional yang patut kita lestarikan sangat di sayangkan jika hal-hal seperti itu kurang menjadi perhatian.


Justru dimasa pandemi inilah kesempatan untuk membenahi semua. Daerah yang begitu asri bagus untuk warga yang isoman dan warga yang stress karena wabah penyakit datang ke negara kita.


Dalam situasi ini, sangat dibutuhkan tempat untuk trauma healing yang banyak dialami oleh masyarakat kita karena mendengar Covid-19. Sebagai masyarakat, tentunya berharap, kembali hidup normal seperti dahulu bisa mengembangkan potensi daerah dan menikmatinya dengan damai.(Red)

.








88 tampilan0 komentar