Kekerasan Kian Marak, Komnas PA dan Dharmayukti Karini Gelar Kelas Parenting
- analisapost

- 20 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 2 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belakangan viral, termasuk yang pernah terjadi di Surabaya, mendorong berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi. Komitmen tersebut kembali diwujudkan oleh Komnas Perlindungan Anak Surabaya bersama ibu-ibu Dharmayukti Karini Peradilan Tinggi Surabaya melalui penyelenggaraan Kelas Parenting, Rabu (4/2/26)

Kegiatan yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya (PTUN) ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan dan orang tua, agar berani melawan segala bentuk kekerasan serta tidak takut untuk melapor.
Ketua Dharmayukti Karini, Esti Dwi Utami, S.IP menegaskan bahwa keberanian untuk bersuara merupakan kunci utama dalam memutus rantai kekerasan. “Ini menjadi kewajiban kita semua. Seorang perempuan harus berani speak up untuk berbicara, menolak, dan melaporkan ketika terjadi kekerasan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri yang akrab disapa Kak Ipul, menjelaskan bahwa edukasi parenting menjadi langkah strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.
"Kami memberikan edukasi bagaimana membentuk keluarga yang harmonis. Namun jika kekerasan sudah terlanjur terjadi, masyarakat juga harus tahu bagaimana penanganannya, termasuk dengan melaporkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas agar pelaku mendapatkan efek jera. "Harus ada efek jera bagi para pelaku, supaya tidak terulang kembali. Bukan hanya mediasi, tetapi juga punishment yang jelas dari aparat penegak hukum,” tambahnya.
Kak Ipul mengajak seluruh anggota Dharmayukti Karini untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, keberanian melapor dapat mencegah trauma psikologis yang lebih dalam, baik pada perempuan maupun anak.

Di sisi lain, Sekretaris Dharmayukti Karini, Januarini, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari pertemuan rutin organisasi yang digelar setiap dua bulan.
"Hari ini kita mengadakan pertemuan cabang yang rutin dilakukan. Peradilan yang tergabung ada empat, yakni Peradilan Tinggi Surabaya, Peradilan Tinggi Agama Surabaya, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, dan Militer Tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap pertemuan selalu mengangkat satu tema edukatif sekaligus laporan kegiatan dua bulan sebelumnya sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja Dharmayukti Karini pusat dan Mahkamah Agung.
Wakil Sekretaris Dharmayukti Karini, Bilkis, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini memiliki fokus khusus pada edukasi tentang perundungan (bullying).“Langkah awal pencegahan tentu dimulai dari keluarga. Pendidikan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke sekolah, terutama peran ibu dan keluarga terdekat. Setelah itu, barulah lingkungan sekitar,” terangnya.
Menurut Bilkis, melalui kelas parenting ini, para peserta dapat memahami langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan dalam mendampingi dan melindungi anak. Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi yang kerap menjadi celah munculnya kekerasan dan perundungan.
Lebih dari sekadar program edukasi, Bilkis menekankan pentingnya menumbuhkan rasa simpati dan empati di tengah masyarakat.

“Ini menjadi modal utama untuk menciptakan lingkungan yang aman, di mana setiap orang peduli dan tidak ragu bertindak jika melihat tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas.“Kami melihat antusiasme peserta sangat baik. Harapannya ke depan, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar semua wilayah dapat ter-cover,” pungkasnya. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar