Kisah Tragis Penentu Ketua KPK yang Berakhir diBui


Foto : Wikipedia

Jakarta, Analisa Post | Menjadi Wakil Rakyat itu bisa jadi impian dari setiap Masyarakat. Cuma beban dan tugas yang diemban cukup berat.


Berbagai godaan harus dapat dilewati. Tidak semua Wakil Rakyat mampu melewati rintangan.


Terbukti sudah berapa banyak Anggota Dewan terjerat kasus Korupsi. Perbuatan melawan hukum seolah olah suatu kewajiban untuk dilaksanakan.


Motivasi dari para Wakil Rakyat pastinya berbeda - beda. Harusnya yang benar berjuang untuk kepentingan rakyat.


Tetapi faktanya mereka lebih banyak mencari keuntungan pribadi alias memperkaya diri sendiri.


Fenomena ini terjadi karena mereka harus kembalikan modal. Makanya jangan kaget ketika para Wakil Rakyat terjerat kasus Korupsi.


Entah sudah berapa banyak uang rakyat yang dikorupsi?? Ironisnya meskipun diproses secara hukum.


Mereka tidak pernah jera. Karena hukumnya sangat ringan. Dan yang paling parah mereka tidak pernah malu akan perbuatan yang dilakukan.


Perlu diketahui Wakil rakyat dari Partai Golkar Azis Syamsuddin baru saja ketangkap KPK.


Padahal saat menentukkan Ketua KPK Azis Syamsuddin menjabat Ketua Komisi III.


Saat itu Komisi III memilih Lima Ketua KPK melalui proses Voting. Dari hasil tersebut terpilih antara lain : Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar.


Dirangkum dari beberapa Media. Waktu itu Komisi sempat mengadakan rapat tertutup.


Azis lalu menentukkan mekanisme dalam Voting tersebut.


Selanjutnya terpilih kelima Pimpinan KPK. Kemudian Azis membicara tata cara dalam menentukkan sosok yang pantas jadi Ketua KPK.


Akhirnya terpilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK untuk Periode 2019 sampai 2023.


Bak cerita dongeng dimana Azis yang dulunya ikut memilih Firli, kini nasibnya berubah tragis. Dimana sekarang berusan dengan kasus Hukum.


Bahkan sudah ditahan oleh KPK. Azis diduga terkait Pengurusan Dana Alokasi Khusus(DAK) Lampung Tengah pada Tahun 2017.


Azis melakukan bersama mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar(AMG) Aliza Gunado. Dengan memberikan uang senilai Rp. 3 Milliar dan US$ 36 Ribu kepada mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.


Sampai berita ini diturunkan Partai Golkar belum menetapkan pengganti dari Azis Syamsuddin.(Red)





97 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua