Lagi Trand ! Waspada Penipuan Bermodus Investasi

SURABAYA - analisapost.com | Banyaknya penawaran investasi online lewat media sosial dari sejumlah pihak yang menjanjikan keuntungan, telah banyak memakan korban dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan bisnis investasi. Oleh karena itu, BAHARKAM, BINMAS, POLDA Jawa Timur, bekerjasama dengan KADIN INDONESIA, OJK menggelar Talk Show keliling 11 Kotadi Jawa Timur.

BAHARKAM, BINMAS, POLDA Jawa Timur, bekerjasama dengan KADIN INDONESIA, OJK menggelar Talk Show keliling 11 Kotadi Jawa Timur.(Foto: Div)

Acara yang di suport Royal Plaza Mall, Jl. A. Yani no.16-18, Wonokromo Surabaya pada hari Sabtu (23/04/22) ini dihadiri oleh B.R.A.Pungky Puspitasari, Ketua Komite Tetap Bidang Sistem Informasi dan Teknologi Digital Kadin Provinsi Jawa Timur, Fadillah Langko K.P.,S.I.K.,S.I.P.,M.M Ditreskrimsus Polda Jatim, Indah Kurnia Anggota Komisi XI DPR RI, Rifnal Alfani Kepala Sub Bagian Pengawasan IKNB OJK Regional 4 Jawa Timur di sambut baik oleh masyarakat.


Dengan mengangkat tema "Waspada Penipuan Bermodus Investasi," Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan mana investasi yang benar dan mana investasi yang bodong.


Fadillah Langko K.P.,S.I.K.,S.I.P.,M.M Ditreskrimsus Polda Jatim yang hadir dalam acara talkshow mengatakan,"Program ini dilaksanakan untuk melindungi masyarakat. Jangan sampai tertipu. Masyarakat harus melakukan cek dan ricek terhadap penawaran keuntungan yang tinggi, bisa menjanjikan keuntungan yang rutin, itu perlu diwaspadai." ujar Kompol Fadilah kepada awak media Analisa Post.


Investasi yang ditawarkan begitu banyak, ini perlu diwaspadai karena banyak yang menjurus seperti itu adalah penipuan. Masyarakat harus hati-hati, harus melakukan kros cek, harus teliti supaya kita tidak terjerumus." Tegasnya

Foto bersama seusai acara talkshow (Foto: Div)

Begitu juga yang disampaikan oleh Pungky Puspitasari, Ketua Komite Tetap Bidang Sistem Informasi dan Teknologi Digital Kadin Provinsi jawa Timur dalam talkshow, "Apapun yang kita punya, hendaknya di kelola dengan baik, daripada melakukan yang konsumtif, lebih baik gabung sama UMKM yang ada di Kadin. Mereka menggunakan dana sudah pasti. Dana dari Bank yang benar-benar dikeluarkan dan di fasilitasi oleh pemerintah, daripada menggunakan pinjaman online dengan bunga yang cukup tinggi."paparnya.


Disampaikan kembali,"Jika butuh uang untuk mendapatkan sesuatu, sangat sederhana, ayo kerja bareng, ayo jalani bareng karena semua proses tidak ada yang mudah."


"Saran kami, adalah pastikan investasi yang ditawarkan ada legalitasnya atau mendapat ijin di Indonesia. Meskipun ada perusahaan di luar negri, wajib ada otoritas yang ada di Indonesia sederhanannya ada 2 L (legal dan Logis)." Imbuh Rifnal Alfani, Kepala Sub Bagian Pengawasan IKNB OJK Regional 4 Jawa Timur.


Menurut Indah Kurniawati, S.E., M.M, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan yang juga hadir pada hari ini mengatakan,"Acara ini sangat luar biasa karena seluruh stakeholder hadir untuk memberikan sosialisasi khususnya dari kepolisian. Ditengah maraknya tawaran-tawaran investasi yang ujungnya berakhir kepada kekecewaan masyarakat maka tentu wajib bagi kita semua mengawal ekosistem dari perekonomian melalui pembiayaan dan investasi yang sehat, legal dan logis." Kata Indah

Investasi yang ditawarkan begitu banyak dan begitu mudahnya sehingga banyak masyarakat yang tertipu. Karena itu diharapkan masyarakat menambah wawasan."Masyarakatnya kita tingkatkan literasinya agar mereka benar-banar faham kalau membeli atau deal akan produk, harus benar-benar faham akan sesuai kebutuhan bukan karena ikut-ikutan." jelasnya kepada awak media Analisa Post.


"Kami akan mengawasi langsung. Mitra kami ada OJK, Bank Indonesia terkait ada di dalamnya langsung. Kementrian, lembaga itu semua harus bersama-sama bersinergi untuk saling mengamankan satu sama yang lainnya." Imbuhnya


Mengingat tingkat literasi Indonesia dibandingkan dengan tingkat inklusi itu sudah mencapai 76 persen daripada inklusi keuangan, dengan literasinya masih 36 persen, Ia mengingatkan agar masyarakat benar-benar berhati-hati.


Indah Kurniawati berpesan, karena banyaknya modus yang ditawarkan kepada calon korban, Ia berharap masyarakat harus mulai cerdas dalam memilih mana yang namanya investasi dan mana yang namanya asuransi maupun tawaran-tawaran lainnya agar masyarakat tidak kebobolan karena salah memilih.(Dna)

1.191 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua