Lagi Tren, Pop Up Padel Kalirungkut Dorong Perkembangan Padel di Surabaya
- analisapost

- 3 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Olahraga padel mulai menjadi tren baru di Indonesia khususnya Surabaya. Olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash ini semakin diminati karena dinilai mudah dimainkan, interaktif, serta cocok menjadi pilihan aktivitas olahraga sosial.

Padel umumnya dimainkan empat orang dengan format dua lawan dua. Karakter permainan yang dinamis membuat olahraga ini tidak hanya menarik bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga, tetapi juga bagi pemula yang ingin mencoba aktivitas fisik dengan suasana lebih santai dan menyenangkan.
Salah satu lokasi lapangan yang menjadi pilihan untuk bermain padel di Surabaya adalah Pop Up Padel di kawasan Ruko Megah Raya, Jalan Kalirungkut. Tempat ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB.
Manajemen Pop Up Padel Kalirungkut, Rian Putra, mengatakan pihaknya tidak menetapkan target khusus dalam penyelenggaraan kegiatan maupun kompetisi padel. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah membangun ekosistem olahraga padel agar semakin dikenal masyarakat.
"Sebetulnya kami tidak menetapkan target tertentu. Yang ingin kami bangun adalah ekosistem olahraga padel itu sendiri. Kompetisi ini menjadi ruang pertemuan bagi para pemain, baik yang baru mencoba maupun yang sudah bermain sekitar enam bulan terakhir,ā ujar Rian kepada awak media AnalisaPost, saat di temui di sela-sela kegiatan Grand Opening, Sabtu (16/5/26)
Menurut Rian, kompetisi padel menjadi sarana bagi para pemain untuk merasakan keseruan olahraga tersebut sekaligus mengenal atmosfer pertandingan secara langsung. Dalam kegiatan ini, peserta tidak terlalu dibedakan berdasarkan kategori senior maupun junior.
āJadi di sini tidak terlalu dibedakan antara senior dan junior. Siapa pun bisa ikut merasakan atmosfer pertandingan. Namun ketika sudah terjun ke lapangan, sisi sport-nya pasti akan terasa menarik,ā katanya.
Ia menambahkan, perkembangan padel di Indonesia juga perlu didukung dengan regulasi yang seimbang, regulasi dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), disebut tengah mendorong penyusunan aturan agar ekosistem padel dapat tumbuh lebih sehat dan terarah.
āSekarang PBPI juga sedang gencar membuat aturan supaya semuanya lebih balance. Kami ingin olahraga ini tumbuh pelan-pelan, sekaligus mulai membentuk atlet-atlet baru,ā jelasnya.
Rian menegaskan, pengembangan padel ke depan tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Menurutnya, masih banyak aspek yang dapat dikembangkan, mulai dari pembinaan pemain, penyusunan regulasi, hingga penyelenggaraan turnamen yang lebih luas.
āKe depan tentu tidak cukup hanya sampai di sini. Kami ingin padel terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan memiliki ekosistem yang kuat. Harapannya, dari kompetisi-kompetisi seperti ini akan lahir pemain-pemain baru yang bisa membawa olahraga padel semakin maju,ā pungkasnya.

Padel dan Cara Bermainnya
Padel merupakan olahraga raket yang awalnya populer di Spanyol dan sejumlah negara Amerika Latin. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini mulai berkembang di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya.
Berdasarkan regulasi International Padel Federation atau IPF, lapangan padel memiliki ukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Ukuran tersebut sekitar sepertiga dari lapangan tenis.
Permukaan lapangan biasanya menggunakan rumput sintetis yang dicampur pasir halus untuk menjaga keseimbangan antara kelincahan gerak dan cengkeraman pemain.
Keunikan padel terletak pada dinding kaca yang mengelilingi lapangan. Dinding kaca bagian belakang memiliki tinggi sekitar 4 meter, sedangkan bagian samping setinggi 3 meter.
Dinding ini bukan hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga menjadi bagian dari permainan karena bola dapat dipantulkan melalui kaca.
Net di tengah lapangan membentang selebar 10 meter dengan tinggi sekitar 0,92 meter. Sementara itu, raket padel berbeda dari raket tenis maupun bulu tangkis. Raket padel berbentuk solid tanpa senar, memiliki lubang-lubang kecil di permukaannya, serta umumnya terbuat dari bahan komposit semikarbon fiber.
Panjang raket dari gagang hingga ujung sekitar 45,5 sentimeter dengan ketebalan 38 milimeter.
Bola padel sekilas mirip dengan bola tenis, tetapi memiliki tekanan udara lebih rendah sehingga lebih mudah dikontrol. Diameter bola sekitar 6,77 sentimeter dengan berat sekitar 59,4 gram.
Dalam permainan padel, servis dilakukan dengan memantulkan bola terlebih dahulu ke lantai, kemudian dipukul ke area servis lawan. Setelah bola melewati net dan memantul di area lawan, permainan dapat dilanjutkan.
Bola yang langsung mengenai dinding kaca tanpa memantul terlebih dahulu ke lantai dinyatakan keluar atau out.
Sistem skor padel mengikuti format tenis, yakni 15, 30, 40, dan deuce. Untuk memenangkan satu set, tim harus meraih enam game dengan selisih minimal dua game. Pertandingan umumnya berlangsung dalam tiga set, dan tim yang memenangkan dua set dinyatakan sebagai pemenang.

Perlengkapan Bermain Padel
Selain raket dan bola, pemain padel juga disarankan menggunakan perlengkapan pendukung agar permainan lebih nyaman dan aman. Sepatu khusus padel diperlukan karena memiliki grip yang sesuai untuk permukaan rumput sintetis.
Pemain juga dapat menggunakan pakaian olahraga berbahan dry fit agar lebih nyaman saat bergerak. Selain itu, grip tambahan pada raket, wristband, headband, botol minum, dan handuk menjadi perlengkapan pendukung yang dapat membantu menjaga kenyamanan selama bermain.
Dengan semakin banyaknya lapangan dan komunitas padel di Surabaya, olahraga ini berpeluang terus berkembang. Selain menjadi pilihan olahraga rekreasi, padel juga mulai diarahkan sebagai cabang olahraga yang memiliki ekosistem kompetisi dan pembinaan atlet di masa mendatang.(Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar