Launching Buku Saku Peduli Isoman oleh Relawan Pendamping RSLI


Surabaya, Analisa Post | Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan indrapura Surabaya (PPKPC-RSLI) terus melakukan inovasi dan terobosan disela-sela mendampingi pasien covid-19. Minggu (5/9/21)


Kali ini mereka melaunching buku ke-empat berjudul “Buku Saku Peduli Isoman” yang merupakan hasil diskusi dan kompilasi serta buah karya tim perumus yang sudah bekerja sejak awal Juni 2021 di saat mulai merebaknya serangan varian baru delta di Indonesia, khususnya di Jawa Timur yangmencapai puncaknya di medio Juli.


Acara yang dikemas secara hybrid, yakni virtual melalui zoom meeting dan live-IG Relawan pendamping serta secara offline di Rumah Sakit Lapangan Indrapra, Jl. Indrapura No. 17 Surabaya.


Acara dibuka dan dipandu oleh Aprilia Damayanti, Relawan PPKPC-RSLI yang juga bersama Kevin Rezananta Purnomo, S.M. mengomandani penyusunan buku tersebut. Sambutan pertama disampaikan oleh Radian Jadid, Ketua TaskaForce Kemanusiaan Kantin ITS (TFKKITS). Hari ini kita launching Buku Saku Peduli Isoman. tidak ada kata terlambat untuk launching buku ini. Pandemi Covid-19 yang meningkat tajam serta merenggut banya kkorban jiwa akibat varian delta di bulan Juni dan Juli 2021, memicu kita semua untuk merespon dan berbuat lebih sehingga dapat berkontribusi dan harapannya pandemi segera selesai.


Kehadiran buku ini adalah bagian dari upaya perbaikan dan pemberian nilai tambah atas apa yang sudah ada sehingga diharapkan buku saku ini semakin bermanfaat untuk sekarang dan di masa depan. ”Terima kasih kepada relawan, mitra dan jejaring, para pakar dan nara sumber serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung penuh dalam terwujudnya buku ini. Mari terus bersinergi untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk bersama2 melawan pandemi.”harap Jadid.

Dalam pemaparan singkat oleh Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM. (selaku DPJP dan Konsultan RSLI serta dewan pakar dalam penyusunan buku ini), disampaikan bahwa covid-19 bukan hanya problem medis, tapi juga problem sosial. Untuk itulah dibutuhkan relawan medis untuk menangani problem medisdan relawan sosialu ntukmengatasi problem sosial.


Hari ini menjadi momen untuk mencerdaskan masyarakat melalui relawan peduli sekitar, sahabat belajar, dan relawan merah putih, relawan dapur umum, ruang pasien,YKMS dan banyak jaringan relawan lainnya. Covid-19 memang betul bisa selesai kalau kita satu visi dan satu misi dalam menuntaskannya.


Hal mendasar yang terus selalu kita pegang, bahwa Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan penularan lewat droplet melalui tiga lubang,yakni hidung, mulut dan mata. Masa inkubasinya 3-4 hari hingga sampai 14 hari. Maka kuncinya pencegahannya adalah dengan diterapkannya kepada masyarakat untuk melaksanakan 6M.


Sedangkan memutus mata rantai penularan juga harus didikung dengan penerapan 3 T yang konsisten dan berkesinambungan. “Untuk penanganan covid-19 saat ini masih terus berkembang dan dilakukan dalamkoridor manajemen klinis covid-19 .


Belum ada panduan yang memastikan terkait obat covid, semua tergantung gejala yang diakibatkan covid-19.” papar Dr.Erwin.

Kevin Rezananta Purnomo, S.M. selaku Koordinator tim penyusun buku menjelaskan bahwa Buku Saku Peduli Isoman ini merupakan bentuk pendampingan baru dari relawan pendamping yang berkolaborasi dengan komunitas komunitas agar terintegrasinya informasi dan berbagai bantuan.


Buku ini ditujukan untuk masyarakat agar lebih dapat memahami prosedur isolasi mandiri. Dengan dibimbing secara kajian medis oleh dua dokter spesialis RSLI, yakni Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan Dr. Christrijogo Sumartono, dr., SpAn-KAR., maka buku ini menyajikan edukasi kategori gejala, kriteria isoman, hal hal yang menunjang isoman.


Juga disampaikan hal-hal diluar medis yang sangat terkait dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan isoman. Dalam buku saku terdapat dua jenis call center yaitu call center pendampingan dan call center non medis serta mencantumkan indikasi kondisi darurat serta nomor darurat RS rujukan, serta panduan Self Assessment yang digunakan monitoring kondisi pasien selama isoman.


Buku ini juga memuat Informasi Kesembuhan berdasarkan KMK.

Sambutan dari jaringan relawan salah satunya disampaiakan oleh Nabilla Fadlina Azhari, S.T. dari Komunitas Peduli Sekitar.

Foto : Dokpri

Keberadaan dan kontribusi jaringan relawan lebih banyak melayani kebutuhan non medis. Berbagai permasalahan di luarmedis dapat dikomunikasikan kepadapararelawan melalui chat ke Call Center relawan pada jam 8 pagi hingga jam 8 malam untuk mendapatkan informasi dan bantuan non medis, pada pesan otomatis.


Juga akan didapatkan informasi layanan ambulan, jaringan apotik, layanan konsultasi non darurat, tele-medis, keperluan support pangan dan sembako, pemulasaraan jenazah serta berbagai bantuan logistik lainnya selama isoman.


Informasi yang masuk tentunya akan diassesment dan diverifikasi dengan cepat dan apabila sudah sesuai segera dilakukan tindaklanjut dan penyaluran bantuan. Kegiatan ini didukung oleh beberapa komunitas di Surabaya seperti, Peduli Sekitar, Ruang Pasien, Dapur Umum Posko Relawan Peduli Pandemi, & Relawan Merah Putih, Yayasan Kreativitas Membangun Seindonesia.


Komunitas-komunitas tersebut saling bersinergi dalam hal logistik yang meliputi rumah singgah, konsumsi, ambulans, pemulasaran jenazah, dan sebagainya. “Sinergi, kolaborasi dan gotong-royong potensi kebaikan dalam bingkai kemanusiaan merupakan kontribusi yang sangat berarti dalam mengatasi pandemi covid-19 sekarang ini.”pungkas Nabila.


Pada sesi interaktif, Ibu Wahyu Tripurwaningsih menanyakan apakah pada saat mulai isoman dengan gejala awal covid-19 tersebut,kita harus swab atau gimana? Ada beberapa mereka yg ditemui tidik swab, tapi tetap isoman selama 2 minggu, apakah sudah aman? Dr. Erwin memberikan jawaban bahwa pada saat isoman ada beberapa problem medis dan sosial. Problem sosial itu yang membuat masyarakat takut untuk ditemukan.


Begitu ditemukan, maka kita bisa memberikan akses untuk memberikan intervensi supaya tenang dan tertangani, sehingga yang bersangkutan terlindungi. Yang kedua, sesuai dengan ilmu, hendaknya segera diamankan agar tidak menularkan ke masyarakat sekitar.


Apakah perlu swab? Tentu perlu dikarenakan data tsb akan digunakan untuk menyusun strategi langkah apa yang hendak dilakukan dan dapat melindungi masyarakat lain. Begitu ada keluhan, masyarakat isoman 2 minggu.


Kalau pasien itu betul covid, secara individu tidak ada masalah. Namun, secara sistem itu tidak bagus terkait lingkungan sekitar dan lingkungan dalam rumah. Kuncinya 3 T dan 6 M harus ditekankan dan terus dilakukan.


Pertanyaan kedua dari Ibu Sita Pramesthi (anggota Dewan Pendidikan Surabaya) yang menanyakan tentang bagaimana masyarakat mendapatkan surat keterangan selesai isolasi mandiri untuk dapat melaksanakan donor plasma darah? Serta bagaimana penggunaan toilet yang benar saat isolasi mandiri? Dr. Erwin memberikan jawaban bahwa surat keterangan isolasi mandiri harusnya bisa minta Puskesmas selaku faskes yang mendampingi masyarakat selama isoman.


Sedangkan tentang penggunaan toilet, pegangan pintu bisa disemprot menggunakan alkohol, ruangan bisa disemprot dan dipastikan tidak membuka peluang untuk virus berpindah tempat, menempel dan menular ke orang lain.


Dokter Erwin juga menegaskan bahwa perlu diperhatikan, isolasi mandiri yang dimuat di buku saku ini adalah solusi terakhir apabila faskes yangada dan rumah sakit covid penuh.


Di sesi penutup dilakukan prosesi simbolis Launching Buku Saku Peduli Isoman berupa penyerahan buku kepada perwakilan komunitas-komunitas relawan yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri. Secara fisik,buku tersebut dicetak dengan jumlah yang masih terbatas.


Relawan Pendamping PPKPC-RSLI dan TFKKITS juga membagikannya dalam bentuk soft-file (berupa file pdf) yang selanjutnya bisa di download dan dicetak ulang oleh komunitas dan jaringan yang ada. Kami jadikan buku ini untuk umum, bebas di cetak ulang dan dan didistribusikan kepada yang memerlukannya.


Tentunya dengan catatan tidak merubah isi dan tidak untuk kepentingan komesil, boleh mencantumkan logo tambahan komunitas dan pendukungnya serta diharapkan tetap memberikan informasi tentang jumlah yang dicetak serta sasaran distribusinya. Akan kami jadikan data pendukungun distribusi buku ini.hingga bisa terus menjadi bahan koreksi, pengembangan dan kemajuan kedepan.


Kami membuka komunikasi dan pintu masuk bagi siapa saja untuk memberikan masukan, tanggapan dan nilai tambah agar kedepan buku ini makin sempurna dan lebih bisa dipergunakan untuk orang banyak. “Kami juga akan membagikan link file buku ini agar masyarkat dapat mengunduhnya secara gratis, harapannya buku ini dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya untuk kemanusiaan.” Pungkas Jadid.(Dna)

58 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua