Lewat Program Kredit Bersubsidi, Pemkab Jembrana Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Migran
- analisapost

- 9 Okt
- 2 menit membaca
JEMBRANA - analisapost.com | Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program inovatif fasilitasi permodalan tanpa bunga bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Pekerja Pelaut Luar Negeri (PPLN).

Program yang dikenal dengan nama Kredit Bersubsidi Kembang–Ipat ini menjadi salah satu terobosan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam membuka akses pembiayaan yang lebih mudah dan ringan bagi calon pekerja migran.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan akses kredit bersubsidi kepada warga Jembrana yang akan bekerja atau magang ke luar negeri. Calon PMI cukup menunjukkan job letter sebagai bukti penerimaan kerja, dan mereka langsung difasilitasi untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan, melalui kerja sama dengan perbankan daerah.
Kredit tersebut diperuntukkan bagi PMI pemula dengan plafon pinjaman antara Rp50 juta hingga Rp100 juta, dan jangka waktu pelunasan maksimal 12 bulan. Skema ini memungkinkan calon pekerja migran berangkat tanpa harus menanggung beban bunga tinggi yang selama ini menjadi kendala utama.
Program unggulan tersebut kembali membuahkan hasil dengan keberangkatan dua warga Jembrana pada Kamis (9/10), yakni I Kadek Widana Putra dari Banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, dan I Putu Agus Arsana dari Desa Mendoyo Dauhtukad. Keduanya dilepas secara langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memperbaiki taraf hidup melalui pekerjaan di luar negeri.
"Banyak anak muda Jembrana punya keinginan besar untuk bekerja di luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, kendala utama selalu soal biaya dan bunga pinjaman yang tinggi. Kami hadirkan program ini agar mereka bisa berangkat dengan tenang, tanpa terbebani utang yang mencekik," ujar Bupati Kembang.
Bupati juga memberikan apresiasi atas semangat para PMI yang telah memanfaatkan program ini. Ia berharap keberangkatan mereka menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik.
"Keputusan ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan daerah. Semoga keberanian dan semangat adik-adik ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Jembrana,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Kembang juga berpesan agar para PMI senantiasa menjaga nama baik daerah, menaati aturan di negara tujuan, serta terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi selama bekerja di luar negeri.
"Menjadi PMI bukan sekadar mencari nafkah, tapi juga membawa nama baik Jembrana di kancah internasional. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan berkembang,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga dan memanfaatkan fasilitas pendampingan dari pemerintah daerah apabila menghadapi kendala selama berada di luar negeri.
"Kami paham bekerja jauh dari keluarga tidak mudah. Namun, ingatlah bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana selalu siap mendampingi dan memberikan dukungan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Melalui program kredit bersubsidi ini, Pemkab Jembrana berharap semakin banyak warga yang mampu menembus pasar kerja internasional tanpa terbebani masalah pembiayaan. Pemerintah juga memastikan pengawasan dan pendampingan terus dilakukan, baik sebelum keberangkatan maupun saat para pekerja berada di luar negeri.
Kehadiran program Kembang–Ipat dinilai sebagai inovasi nyata yang menggabungkan pendekatan sosial, ekonomi, dan perlindungan tenaga kerja. Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemkab Jembrana dalam membangun daerah dari sumber daya manusianya sendiri memberi kesempatan, bukan sekadar bantuan. (Dwa)





Komentar