Mahasiswa Papua Menuntut Tanggal 16 Agustus diDeklarasikan Sebagai Hari Rasisme


Foto : Charles

Surabaya, Analisa Post | Pastinya banyak dari Masyarakat akan teringat kasus yang menimpa mahasiswa Papua diSurabaya. Dimana mereka tidak terima karena disebut mirip hewan.


Oleh karena itu pada setiap 16 Agustus mahasiswa Papua peringati sebagai hari rasisme. Seperti yang terlihat dihalaman Polda Jatim dimana Aliansi Mahasiswa Papua seSurabaya melakukan aksi.


Adapun tuntutan mereka adalah bebaskan Viktor Yeima tanpa syarat, Mendeklarisika tanggal 16 Agustus sebagai hari Rasisme, serta Berikan hak menentukkan hasib sendiri bagi rakyat Papua.



Foto : Charles

Menyikapi penangkapan Viktor Yeima pada tanggal 9 Mei 2021 dengan dalil rasisme 2009 adalah bukti Negara Indonesia menghidupkan isu rasial dikalangan rakyat Papua dan Indonesia.


Aksi ini berlangsung sekitar pukul 10.00 Wib dan sempat menutup frontage Road disekitar Jl.Ahmad Yani.


Untuk proses rasis bermula akibat ulah segelintir rakyat Indonesia dan oknum militer melakukan persekusi dan perlakuan rasis dengan label usir monyet terhadap mahasiswa Papua diMalang, Surabaya hingga Semarang. Kejadian tersebut berturut turut pada tanggal 15 sampai 17 Agustus 2009.


Diharapkan polemik yang menimpa rakyat Papua diselesaikan secara bijak oleh Pemerintah. Ingat Papua merupakan bagian dari Bumi Indonesia tidak boleh ada Perbedaan.(Che)

208 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua