top of page

Mahasiswa Unesa Ciptakan "Futuristik Sabanatherapy" Pelopor Alat Mitigasi Bencana Tsunami

SURABAYA - analisapost.com | Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tergabung dalam Tim PKM-VGK merancang sebuah gagasan futuristik berupa video konstruktif yang berjudul “Disaster Prepared Bag For Tsunami Balloon and Therapy Post-Disaster (Sabanatherapy)”. Kelompok mahasiswa ini terdiri dari Hasan Abdul Bar, Aulia Rizky Ardiati, Ulia Asmaul Husna, dan Irsyaad Akmal Robbaanii dari Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika IPA (FMIPA) dan Fakultas Bahasa Seni (FBS).

Mahasiswa Unesa Ciptakan Disaster Prepared Bag For Tsunami  Balloon and Therapy Post-Disaster
Mahasiswa Unesa Ciptakan Disaster Prepared Bag For Tsunami Balloon and Therapy Post-Disaster (Sumber foto: Youtube)

Gagasan futuristik ini dirancang dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Sedangkan untuk skema Video Gagasan Konstruktif (VGK) dilaksanakan dibawah bimbingan Muamar Zainul Arif, S.Pd., M.Pd., Dosen Jurusan Teknik Mesin Unesa.


Hasan Abdul Bar selaku ketua tim pelaksana menuturkan bahwa latar belakang dari gagasan ini berangkat dari isu keprihatinan terkait bencana yang kerap terjadi di Indonesia saat ini.


"Sebagai negara yang wilayah teritorialnya terletak diantara tiga lempeng, Indonesia berpotensi terjadi bencana khususnya gempa dan tsunami. Pengembangan teknologi Alat Pelindung Diri (APD) berbentuk balon yang dikemas ke dalam koper berbasis automatic-massage, fingerscan dan gps tracker menjadi solusi yang tepat untuk dapat diterapkan dalam meminimalisir jumlah korban bencana tsunami yang berjatuhan dan menurunkan risiko trauma korban pasca bencana,"ujar Hasan, mahasiswa yang sederhana ini menceritakan dengan penuh semangat kepada awak media AnalisaPost.


Menurutnya, kemampuan sabanatherapy dalam melindungi korban dapat menghindari benturan yang diakibatkan guncangan tsunami saat terjadi. Selain itu kondisi korban dapat dimonitoring melalui automatic-massage dan tim relawan dapat melakukan proses evakuasi korban setelah bencana dengan cepat melalui GPS Tracker.

proses evakuasi korban setelah bencana dengan cepat melalui GPS Tracker.
Proses evakuasi korban setelah bencana dengan cepat melalui GPS Tracker. (Sumber foto: Youtube)

"Namun, pengembangan sabanatherapy masih memiliki beberapa kekurangan karena memerlukan proses serta uji coba yang panjang sehingga masih belum bisa diterapkan secara maksimal. Oleh karena itu, tim Sabanatherapy menyusun gagasan konstruktif berupa video yakni suatu Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk meminimalisir jumlah korban, memonitoring kondisi dan lokasi korban agar proses evakuasi berjalan dengan cepat," jelasnya.


Apa Sebenarnya Disaster Prepared Bag For Tsunami Balloon and Therapy Post-Disaster (Sabanatherapy) ?


Ini merupakan sistem alat mitigasi bencana tsunami masa depan yang dirancang untuk upaya pencegahan dampak korban dengan menerapkan koper siap siaga yang dapat dibawa kemana saja.


Bagaimana sistem kerjanya?

Team mahasiswa Unesa, Hasan Abdul Bar, Aulia Rizky Ardiati, Ulia Asmaul Husna, dan Irsyaad Akmal Robbaanii dari Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika IPA (FMIPA) dan Fakultas Bahasa Seni (FBS).

Masyarakat dapat dengan mudah membuka koper melalui fitur fingerscan, balon. Maka Sabanatherapy akan mengembang dengan diameter lebih dari tinggi orang dewasa dan dapat digunakan untuk dua (2) orang dengan bobot maksimal 200kg.


Gagasan konstruktif “Sabanatherapy” dikemas dalam bentuk video berdurasi 4 detik. Video tersebut berisi atas 15% didapatkan dari internet (courtesy), 30% video diampbil secara langsung melalui proses shooting, dan 55% lainnya editing animasi 3D. Adapun video yang diambil secara langsung melalui proses shooting yaitu opening video oleh talent yang menampilkan latar belakang munculnya ide Sabanatherapy, footage berita bencana tsunami beserta cuplikan detik-detik bencana dan kesaksian korban tsunami palu yang terjadi pada tahun 2018 silam.


Berikut ini videonya https://youtu.be/1rnhg0qsXsc


"Dengan adanya alat ini, Sabanatherapy diharapkan dapat menjadi solusi dalam upaya mitigasi bencana tsunami di masyarakat, sehingga dapat menekan jumlah korban. Adanya fitur terapi juga meminimalisir rasa trauma korban pascabencana, pada akhirnya gagasan ini dapat menjawab isu keprihatinan terhadap bencana tsunami di Indonesia," tutupnya. (Dna/Che)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page