Marcella dan Arumi Jadi Objek Lukis, Ratusan Pelukis Ramaikan Balai Pemuda
- analisapost

- 7 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Ratusan pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati kawasan Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu sore (18/4). Mereka mengikuti kegiatan melukis on the spot (OTS) bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang diselenggarakan Sanggar Merah Putih.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, mulai dari pelajar tingkat SMA hingga masyarakat dewasa. Panitia tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan perlengkapan berupa cat akrilik warna dasar merah, biru, kuning, hitam, dan putih secara gratis dari Tesla.
Acara menghadirkan dua figur publik sebagai model utama, yakni Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin.
Marcella merupakan produser film sekaligus Ketua Umum Parfi ’56 periode 2022-2027 serta putri dari artis senior Tetty Liz Indriati. Sementara Arumi dikenal sebagai aktris dan istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Keduanya duduk di hadapan peserta untuk dilukis secara langsung.
Kegiatan dipusatkan di sisi timur kompleks Balai Pemuda dengan jumlah kehadiran sekitar 400 orang, di mana separuhnya merupakan peserta OTS dari berbagai kota dan kabupaten. Para pelukis memanfaatkan momen ini untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai gaya dan pendekatan artistik, dengan Marcella dan Arumi sebagai objek utama.
Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi melukis bersama di ruang publik sekaligus memperkuat jejaring antar-seniman.
"Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga ruang ekspresi tetap hidup sekaligus mempererat hubungan antar pelaku seni. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa seni rupa masih diminati masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai tingginya partisipasi menunjukkan seni rupa masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Hingga Senin, lebih dari 150 pelukis tercatat sebagai peserta, tidak hanya dari Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Indonesia.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta budayawan Erros Djarot. Ia menilai kegiatan melukis bersama di ruang publik memiliki peran penting dalam menjaga dinamika kebudayaan.
"Ruang publik harus terus dihidupkan dengan kegiatan seni. Di sinilah interaksi budaya terjadi secara langsung, mempertemukan seniman dengan masyarakat,” katanya.
Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat dari panitia penyelenggara Sanggar Merah Putih yang juga mengelola Galeri Merah Putih. Karya-karya yang lolos proses kurasi dijadwalkan dipamerkan di Galeri Merah Putih dan Galeri Basement Balai Pemuda mulai 20 April 2026.
Dari pantauan awak media AnalisaPost, selama kegiatan berlangsung, para pelukis tampak serius mengerjakan karya mereka, menjadikan kesempatan melukis figur publik secara langsung sebagai tantangan artistik sekaligus ruang interaksi lintas generasi. Menjelang petang, aktivitas berangsur mereda seiring peserta mulai menyelesaikan lukisan mereka.
Kegiatan ini dinilai berhasil menarik minat besar dari kalangan seniman maupun masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, Balai Pemuda Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang inklusif, yang mempertemukan seniman, tokoh publik, dan masyarakat dalam satu perhelatan seni. (Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar