Masa Panen Tembakau di Bojonegoro Diperkirakan Mundur

Bojonegoro, Analisa Post | Masa panen raya tembakau dipastikan mundur. Sebab, sejumlah petani baru mulai menanam lagi sebulan terakhir setelah tembakau mati kehujanan.


Foto: Mza

Namun, panen raya diprediksi terjadi pada Oktober. ”Perkiraan ya Oktober itu panen raya tembakau. Namun, panen Oktober itu mengkhawatirkan,’’ ujar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arief pada Rabu (1/9).


Menurut dia, Oktober merupakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Karena itu, pihaknya khawatir musim kemarau sudah selesai saat panen tembakau baru mulai. Khususnya bagi mereka baru menanam baru-baru ini. Pada musim hujan, menurut Imam, harga tembakau bisa merosot. Sebab, kualitas tidak bagus. Selain itu, merajang tembakau saat musim hujan tidak memungkinkan. Hal tersebut terjadi lantaran tembakau harus dikeringkan dengan panas matahari selama dua hari.


‘’Ini semua harus diwaspadai agar petani tidak merugi,’’ jelasnya.


Menurut Imam, tidak semua petani tembakau menanam ulang. Selain itu, tidak semua tembakau mati karena hujan. Jumlahnya pun saat ini sudah cukup besar. Dalam waktu dekat, panen diperkirakan bisa dimulai. ”Hujan masih turun cukup lebat pada Mei, Juni, dan Juli lalu membuat petani tembakau kelabakan. Padahal, bulan-bulan ini adalah awal musim kemarau,” tambahnya.


Saat itu, para petani mulai menanam tembakau. Akibatnya, banyak tembakau yang mati. Menurut Imam, sebagian besar petani tembakau tidak mengolah lahan dengan baik. Mereka pun tidak membuat bedeng tanam yang bagus, hanya melubangi tanah dengan cara mencongkel dan ditanami tembakau. Saat hujan, tembakau langsung terendam. ‘’Kalau dicongkel tembakaunya tidak langsung tenggelam,’’ jelasnya.


Sementara itu, tahun ini, luas areal tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 8.992 hektare. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah. Ada beberapa yang belum terdata.


Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta DKPP memberikan bantuan petani tembakau terkena dampak hujan. Dengan demikian, mereka bisa kembali bercocok tanam. Pihaknya pun meminta DKPP untuk membantu pemasaran tembakau agar pabrik-pabrik melakukan pembelian. Dengan demikian, tembakau bisa terserap industri rokok. ”Ini memerlukan peran dinas terkait. Supaya petani tembakau semakin terbantu,’’ jelasnya. (Mza/Ced)

23 tampilan0 komentar