Menakar Efek Vaksin Bagi Tubuh??
- analisapost

- 20 Agu 2021
- 3 menit membaca

Surabaya, Analisa Post | Masa Pandemi belum berakhir. Berbagai peraturan pun telah diterapkan. Namun, beberapa di antaranya tidak berpihak kepada masyarakat. Saat ini, vaksinasi menjadi keharusan. Tanpa itu, ruang aktivitas masyarakat akan terbatas. Sebab, mereka wajib menunjukkan surat vaksin. Minimal vaksin pertama sebagai syarat aturan memasuki fasilitas publik.
Sayangnya, beberapa orang tidak bisa mendapat vaksin. Hal tersebut disebabkan adanya penyakit bawaan. Lantas, siapa yang diuntungkan dan dirugikan dengan di berlakukannya peraturan itu?
Selain itu, vaksinasi ternyata menimbulkan efek samping. Misalnya, badan lemas dan ngantuk. Bahkan, beberapa orang terkena asam lambung setelah mendapat vaksinasi. Masalah tersebut pun membuat masyarakat bertanya-tanya.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Prof Nidom:
1. Apakah corona ini membahayakan atau hanya seperti flu dengan varian baru?
2. Ada berapa jenis Karakter virus ini? Apakah akan terus bermutasi dan bisa dihentikan?
3. Apakah virus ini akan terus mengancam seperti flu burung dan yang lainnya?
4. Apakah vaksinasi sudah menjadi cara yang tepat untuk menanggulangi virus Covid-19 ini?
5. Bagaimana pengembangan vaksinasi?
6. Apakah titik lemah rapid test dan vaksin?
7. Masyarakat mengeluh karena efek samping vaksinasi. Sebab mereka terkena asam lambung. Beberapa orang pun sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit itu. Bahkan, ada yg meninggal. Apa penyebabnya, Prof?
8. Apakah hewan bisa terjangkit virus Covid - 19?
Berikut jawabannya.
1. Kalau melihat struktur, virusnya tidak membahayakan atau bersifat low pathogenic. Buktinya, tingkat kesembuhannya mencapai 95%. Namun, virus ini bisa bersifat fatal bila ketemu komorbit. Terutama komorbit yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah. Selain itu, penularan virus ini lebih cepat. Saat ini, penularan melalui droplet diduga yang paling dominan.
2. Macam Virus C-19 dinamai dengan alfabetic Yunani. Misalnya, alfa, beta, delta, lamda, dan mungkin sampai Omega. Yang menyebabkan karakter dan macam virus tersebut menjadi banyak adalah mutasi dan struktur ADE (Antibody Dependent Enhancement). Apakah bisa dihentikan? Hal itu bergantung pada perlakuan kita kepada virus itu. Saat kita ingin memusnahkan, mereka akan melawan. Sebab, mereka tidak mau mati sia sia ditangan musuh.
3.Virus Covid-19 berkarakter RNA. Hingga kini, dunia belum pernah berhasil memusnahkan virus RNA itu.

4.Vaksinasi memang cara efisien untuk menghadapi suatu penyakit atau wabah. Sebab, biayanya murah dan cepat dalam mengendalikan. Tapi, perlu diingat, tidak semua virus yang bisa dikendalikan dengan vaksinasi. Misalnya, Virus Demam Berdarah; Virus HIV; Virus SARS; MERS; atau EBOLA. Saya yakin Virus Covid tidak bisa dikendalikan dengan vaksinasi. Alasannya. virus itu memiliki struktur ADE. Virus ini tersebut anti dengan antibodi. Sementara itu, vaksinasi bertujuan membentuk antibodi. Vaksinasi seperti menantang Virus C-19. Jadi, kita tunggu waktu saja yang membuktikan.
5.Masih banyak alternatif cara menghadapi virus Covid-19. Selain vaksinasi, ada prokes 5M yang dilakukan secara disiplin. Cara ptokes tidak menantang virus Covid-19, tetapi menyeimbangkan alam dengan biaya yg tidak banyak.
6. Namanya Rapid test, pasti bersifat sementara. Selain itu, virus seperti Covid-19 sangat cepat bermutasi. Tentunya, itu bisa mengubah hasil test. Vaksin pun punya kelemahan besar. Yakni, kemampuan penyesuaian teknologi dalam mengimbangi mutasi virus Covid-19. Sering dikatakan bahwa vaksin yang digunakan saat ini mampu menghadapi varian Covid-19 bersifat testimoni sepihak karena tanpa diikuti data riset dari lembaga indeprnden.
7.Sifat vaksin Covid-19 saat ini, rangkaian protokol produksi dan pengujiannya belum selesai. Karena itu, jalur pintas EUA (Emergency Use Authority) digunakan. Karena darurat, banyak kelemahan yang seharusnya kalau ada keluhan segera diikuti penyebabnya. Anehnya, profesi yang seharusnya berdiri tegak membela kepentingan masyarakat terburu merespons. Hal tersebut terkesan tidak berdiri di antara masyarakat.
Saya bisa memahami jika tahun lalu ada seorang Guru besar mengatakan: jangan sampai masyarakat dijadikan kelinci percobaan. Semoga sinyalemen tersebut tidak terbukti dan tidak terjadi.
8. Virus Covid-19 asalnya dari hewan (kelelawar atau trenggiling). Tentu, penularannya bisa dari manusia ke hewan. Prinsipnya, perpindahan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke hewan. Tatkala mendapat tekanan pada mata rantai siklus hidup virus. Penularan dari kelelawar ke manusia bisa terjadi karena perubahan cuaca atau banyak mengkonsumsi hewan tersebut.
Faktor serupa juga berlaku saat penularan dari manusia ke hewan. Itu bisa jadi kerena tekanan di tubuh manusia yang menyebabkan mutasi didapat dari vaksinasi dan pindah ke hewan. Yang tidak bisa diprediksi adalah penularan dari hewan ke manusia lagi.
Dengan jawaban dari Prof Nidom, semoga masyarakat bisa mendapat gambaran jelas tentang manfaat vaksin.(Red)





Komentar