top of page

Mengenang DR.Sirikit Syah Dosen Bahasa Jurnalistik Yang Penuh Ketegasan

SURABAYA - analisapost.com | Sosok satu ini tidak asing lagi dikalangan dunia jurnalis. Selain itu beliau aktif juga dipendidikan sebagai Dosen. Dengan segudang pengalaman menjadi wartawan membuat namanya cukup dikenal.

Dedikasinya dan loyalitas yang cukup tinggi dibidang jurnalis sehingga membawa beliau ke dunia pendidikan. Beliau merupakan tokoh jurnalis.


Pastinya beberapa wartawan khususnya Fakultas Fikom Dr.Soetomo angkatan 1997 pernah menjadi mahasiswanya.


Dosen tersebut adalah Dr. Hernani Sirikit Syah, MA. Sekeder mengingat masa kuliah dulu, Bu Sirikit mengajar penuh ketegasan. Walaupun demikian, beliau termasuk orang yang baik.


Bu Sirikit begitu sapaan dikalangan mahasiswa sering menceritakan pengalamannya kala menjadi jurnalis.


Disamping itu beliau juga selalu menyampaikan,"jurnalis itu harus berkarya, jeli atau peka terhadap lead berita dan ingat kode etik jurnalis." itulah pesan yang sering disampaikan ke mahasiswanya.


Dan kini, pesan itu kembali teringat dimana seluruh kalangan pers dihebohkan dengan berpulangnya Dr. Hernani Sirikit Syah, MA, diusianya yang masih muda 61 tahun. Di Rumah Sakit Haji Surabaya karena sakit usai berjuang melawan kanker payudara yang ia derita sebelumnya. (26/4/22).


Sekilas profil beliau yang bisa disampaikan adalah Sirikit Syah lahir di Surabaya tahun 1960. Setelah lulus dari IKIP Surabaya, ia menekuni sebagai wartawati Surabaya Post sejak tahun (1984 - 1990), RCTI/SCTV (1990 - 1996) dan The Jakarta Post (1996 - 2000).


Sedangkan karier sebagai dosen di Universitas Dr.Soetomo dimulai dari (1996 - 2001). Sekembalinya dari London dengan gelar Master Komunikasi (2001 - 2002). Berikutnya Bu Sirikit diberi kepercayaan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (STIKOSA).

Sebagai alumni Universitas yang pernah di didiknya,"Beliau adalah penyemangat. Siapapun yang dekat, pasti didorong untuk berani. Ilmunya bagi kami adalah luar biasa. Beliau terkenal keras. Namun keras yang di terapkan itu di maksud agar kami murid-muridnya bisa dan berani maju dalam kondisi apapun.


Beliau adalah wanita hebat yang patut di beri penghargaan. Sebagai mahasiswanya, Kami bangga memiliki dosen seperti Bu Sirikit. I merupakan pengamat media yang cukup kritis melalui Lembaga Konsumen media (media Watch)


Dedikasinya untuk ilmu komunikasi dan jurnalistik Indonesia diakui hingga mancanegara. Sirikit tercatat pernah memperoleh fellowship media dan jurnalistik di luar negeri. Beberapa negara yang pernah menjadi tempat pelatihannya, yakni Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat.


Selamat jalan wanita hebat, Teladanmu selalu kami ingat. Selamat jalan Sirikit Syah, jasa dan karyamu akan selalu dikenang (Che )


820 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua