top of page

Ocean Farm ITS, Terobosan Baru Budidaya Laut dan Pariwisata

SURABAYA - analisapost.com | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali memberikan kontribusi bagi bangsa khususnya dalam pengembangan perikanan laut, yaitu Peresmian Pilot Project Offshore Aquaculture, yang selanjutnya disebut Ocean Farm ITS. Selasa (21/12/21)

Foto : Istimewa (Peresmian Pilot Project Offshore Aquaculture)

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yang Diwakili oleh, Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Dr. Ir. Rina, M.Si., Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Gubernur Jawa Timur, yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Provinsi Jawa Timur, Dr Ir. Dyah Wahyu Ermawati. MA.,beserta seluruh jajarannya. Juga hadir perwakilan dari para sponsor dan pendukung Ocean Farm ITS yakni PT Pertamina, PT. Dumas, PT. Sam Global Engineering, PT. Biro Klasifikasi Indonesia.


Dr.Eng. Yeyes Mulyadi, ST. MSc. Selaku ketua tim Ocean Farm ITS menjelaskan bahwa perubahan iklim global yang menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu, keterbatasan ukuran kapal ikan milik nelayan tradisional, mengakibatkan hasil tangkapan nelayan juga menjadi tidak menentu.


Solusi yang masuk akal terhadap permasalahan tersebut adalah dengan upaya budi daya ikan di laut dengan pemanfaatan Teknologi yang tepat guna. Saat ini potensi ekonomi untuk budidaya ikan di lepas pantai di berbagai negara maju mengalami pertumbuhan yang baik dengan skala ekonomi yang signifikan.


Pilot Project ini, menjadi pintu awal kita untuk terus mengembangkan teknologi offshore aquaculture di Indonesia. Ada banyak tantangan teknologi dan ekonomi dalam budidaya ikan di lingkungan lepas pantai yang lebih terbuka. Riset Offshore Aquaculture sudah dimulai sejak 2017 dan pembangunan diawali di tahun 2019, terkendala Covid 2 tahun, baru 2021 ini dapat kami selesaikan selesai dibantu oleh banyak pihak. Ini merupakan momen bersejarah bagi masa depan perikanan Indonesia.


Dengan spesifikasi teknis Ocean Farm ITS berdiamter 16 m, kedalaman jaring 7 m. dapat digunakan untuk menanam 1000 baby Tuna.bangunan atasnya dibuat hotel dengan 1 kamar, 1 ruang serbaguna, 1 ruang lobby.

Foto : Istimewa (Dr.Eng. Yeyes Mulyadi, ST. MSc. Ketua tim Ocean Farm ITS)

Dengan bobot struktur sekitar 30 Ton, mampu untuk stabil dalam gempuran ombak 3 meter. Untuk pertama kalinya Strutur Ocean Farm ITS ini ditempatkan di Pantai Perawan, Desa Sidoasri, Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang dan dimanfaatkan oleh Kelompok Nelayan Desa Sidoasri dengan bekerjasama dengan Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap dan ITS, dan sekaligus menjadi Lobaratorium Alam milik ITS untuk kemudian bisa berbagai kepentingan dan dimanfaatkan untuk riset, penelitian dan sarana pendidikan bagi perguruan tinggi maupun isntitutsi pendidikan lainnya.


“Kita memang tidak 100 persen sempurna, kami akan berusaha untuk terus mengevaluasi dan mengembangkannya sebagai upaya untuk terus menerus memberikan kemanfaatan bagi manusia, seperti dalam semboyan ITS, Avancing Humanity”. Pungkas Yeyes.


Sementara itu Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si. selaku Dewan Pakar Kompartemen Kebencanaan IKA ITS memberikan masukan yang menarik kepada tim Ocean Farm ITS. Bahwa dengan potensi gempa dan tsunami di pantai selatan Jawa cukup besar sehingga ada baiknya wahana Ocean Farm ITS ini juga difungsikan untuk penempatan peralatan Early Warning System (EWS).


Dengan adanya Sistem Peringatan Dini tersebut diharapkan tanda-tanda kemunculan tsunami dapat ditangkap dengan cepat dan diinformasikan kepihak yang berkepentingan dan juga masyarakat sehingga dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat.

Gempa ini terjadi sebagai konsekuensi Indonesia ditumbuk oleh 3 lempeng tektonik yaitu Lempeng Pasifik yag bererak ke barat, Lempeng Samudera Hindia yang bergerak ke utara menyusup (subduksi) dibawah Lempeng Eurasia.


Sepanjang batas lempeng yang menyusup ke bawah akan menimbulkan pergeseran dan patahan yang diikuti gempa yang dikenal dengan gempa subduksi. Tentang tsunami, sejarah mencatat, sejak awal abad ke 20, pantai selatan Jawa telah dilanda oleh 20 kali kejadian tsunami yang dipicu oleh goncangan gempa bumi.


Wilayah yang pernah dilanda tsunami tersebut adalah Pangandaran (1921, 2006), Kebumen (1904), Purworejo (1957), Bantul (1840), Tulungagung (1859), Jember (1921) dan Banyuwangi (1818, 1925, 1994). Tsunami Banyuwangi 3 juni 1994 dipicu oleh gempa bumi dengan magnitudo 7.2 dan menyebabkan 377 orang meninggal.


Kawasan terdampak tsunami meliputi Pantai Rajegwesi, Pancer, Pulau Merah, Lampon di Kecamatan Pesanggaran. Dan Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo. Testimoni masyarakat yang mengalami saat itu menceritakan bahwa masyarakat mendengar suara gemuruh dari arah laut yang dikira suara mesin truk atau helikopter yang sedang melintas.

Foto : Istimewa

Sekitar 30 menit kemudian rumah penduduk tersapu tsunami. “Adanya EWS pada wahana tersbut akan sangat bermanfaat untuk masyaakat, terutama warga pesisir, dan tim kami siap untuk segera mewujudkannya.” pungkas Amien.


Ditempat yang sama, Muslichin S.T. (Aqeen) sebagai enginer pada tim Ocean Farm ITS menjelaskan rencana kedepan untuk mengkolaboraksikan wahana ini dengan Angkatan Laut, Bakamla maupun Departemen Pertahanan sebagai wahana multifungsi sebagai pos pengawasan perbatasan titik terluar laut Indonesia.


Aqeen menjelaskan bahwa kegunaan ganda wahana itu akan sangat bermanfaat untuk daya dukung pengawasan titik luar wilayah NKRI yang selama ini sering terabaikan karena minimnya fasilitas dan daya dukung.


“Dengan terobosan ini diharapkan dapat berkontribusi untuk keamanan nasional” pungkas Aqeen. Terhadap masukan dari Amien maupun Aqen, Dr. Yeyes sangaty terbuka dan siap untuk berkolaborasi dan segera dikomunikasikan dengan pihak terkait sehingga dapat segera terwujud dalam aksi nyata sebagai bagian dari kontribusi ITS kepada masyarakat dan bangsa.(RJ)

1.221 tampilan0 komentar