top of page

Olah Botol Air Jadi Sofa Minimalis Bersama Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945

SURABAYA - analisapost.com | Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan kegiatan penyuluhan terhadap warga Desa Menur Pumpungan RW 02 Surabaya mengenai proses pengolahan limbah botol air mineral menjadi sofa minimalis, Sabtu (10/12/22). Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 yang sedang melaksanakan kegiatan KKN.

Penyuluhan mengenai proses pengolahan limbah ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai jenis sampah dan dampak negative jangka panjangnya.

Mereka juga menjelaskan alur pembuangan sampah yang masyarakat hasilkan setiap harinya dan bagaimana solusi dari penumpukan sampah tersebut.


Kegiatan ini dilakukan mengingat masih sangat kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan, pengolahan, dan alur pembuangan sampah sehingga menyebabkan makin berkurangnya kepedulian mengenai kelestarian lingkungan.

Penyuluhan dilaksanakan di Balai RW 02 Menur Pumpungan ini berkolaborasi dengan salah satu lembaga lingkungan yaitu Yayasan Karya Muda Sejahtera (YKMS) melalui pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan program pada aspek pengolahan limbah dan daur ulang karena mereka memiliki tujuan yang sama.


Setelah mengadakan kegiatan penyuluhan, mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 bersama warga RW 02 Desa Menur Pumpungan lanjut dengan kegiatan pengolahan limbah botol air mineral menjadi sofa.


Pengolahan limbah botol air mineral menjadi sofa sendiri merupakan proses mengolahan sampah anorganik salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap harinya menjadi barang bermanfaat dan memiliki nilai jual dengan cara menyatukan 19 biji botol air mineral menjadi satu. Selanjutnya dilapisi menggunakan spoons busa dan cover kain sofa.

Setidaknya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia adalah sampah plastik, bisa diolah dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar Desa Menur Pumpungan khususnya RW 02 sehingga dapat menjadi daerah percontohan bagi daerah lainnya.

Kegiatan mengolah limbah anorganik ini akan memiliki dampak yang positif bagi lingkungan. Apalagi dengan jumlah masyarakat yang terus meningkat dan lahan yang semakin berkurang juga mengakibatkan jumlah limbah anorganik yang sulit terurai ke tanah menjadi berkurang.


Jika tiap rumah mulai membiasakan kegiatan positif ini dan dapat bertambah menjadi skala yang lebih besar, maka lingkungan menjadi nyaman. Selain itu menjadikan lingkungan lebih asri karena berkurangnya limbah anorganik yang dihasilkan oleh sampah dari setiap rumah.


Limbah menjadi berkah dan sahabat yang baik bagi lingkungan jika masyarakat tau cara mengolahnya dengan tepat dan kemauan tinggi demi keberlangsungan hidup bersih dan nyaman. (Ubt/Dna)

228 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua