ITS Resmikan Instalasi Air Bersih di Pidie Jaya Aceh, Solusi Bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor
- analisapost

- 4 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 22 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan meresmikan instalasi air bersih inovatif di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Instalasi tersebut dibangun di Pesantren Raudhatul Mukarramah Al Aziziyah, Kabupaten Pidie Jaya, sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih pascabencana.
Wakil Kepala Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan (PILB) ITS, Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi instalasi merupakan hasil diskusi antara Tim Tanggap Bencana ITS dan Universitas Syiah Kuala (USK).
āPenentuan lokasi di Kabupaten Pidie Jaya tersebut mempertimbangkan kedekatan dengan sumber air baku serta kemudahan operasional dan perawatan,ā ujar dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.
Menurut Catur, teknologi instalasi air bersih ini merupakan hasil inovasi dua pakar Departemen Teknik Lingkungan ITS, yakni Prof Arseto Yekti Bagastyo ST MT MPhil PhDĀ dan Ervin Nurhayati ST MT PhD. Sistem tersebut mampu mengolah air sungai yang keruh menjadi air bersih dengan kapasitas hingga 2.000 liter per jam.
Perangkat ini dirancang untuk beroperasi secara kontinyu, meski dalam kondisi ideal digunakan selama 8 hingga 10 jam per hari, bergantung pada ketersediaan air baku dan kebutuhan distribusi.
Catur menjelaskan, efisiensi alat ini terletak pada metode pemurnian yang menggunakan prinsip elektrokoagulasiĀ untuk menurunkan tingkat kekeruhan air tanpa menggunakan bahan kimia. Setelah proses tersebut, pemurnian dilanjutkan dengan penyisihan menggunakan membran.
āKarena tidak menggunakan bahan kimia untuk menurunkan kekeruhan yang tinggi, sehingga biaya operasionalnya bisa menjadi sangat murah,ā ungkapnya.
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak melalui sinergi antara akademisi dan praktisi. PILB di bawah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITSĀ bekerja sama dengan Alumni Teknik Sipil ITS (ALSITS), Ikatan Alumni (IKA) Teknik Lingkungan ITS, serta sejumlah mitra industri, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Selaras Alam Varia Energi.

Dukungan juga datang dari berbagai tokoh, di antaranya Kepala PILB ITS Prof IDAA Warmadewanthi ST MT PhDĀ serta Sekretaris Umum ALSITS Lucia Karina. Jaringan alumni ITS turut berperan penting dalam menentukan lokasi yang paling membutuhkan akses air bersih di daerah terdampak bencana.
Untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan instalasi tersebut, para santri di pesantren setempat mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara pengoperasian alat. Proses perawatannya relatif sederhana, yakni hanya meliputi pembersihan lumpur serta penggantian elektroda, sehingga tidak memerlukan keahlian teknis khusus.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin akses air bersih secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.
Ke depan, tim ITS juga berencana melakukan pengembangan lebih lanjut, terutama pada sistem konversi energi listrik agar perangkat tersebut semakin efektif dan efisien.
āHarapan kami, alat ini dapat diproduksi sepenuhnya di dalam negeri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,ā kata Catur.
Program kemanusiaan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi LayakĀ serta tujuan ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (Dna/Ap)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar