top of page

Para Jurnalis Melakukan Aksi di Polda Jatim


Foto : Charles

Surabaya, Analisa Post | Profesi wartawan kembali terancam. Kenapa dikatakan demikian. Karena nyawa wartawan kembali jadi korban. Adapun wartawan yang tewas bernama Marsal Harahap. Marsal Harahap merupakan wartawan media online.


Beliau ditemukan meninggal dalam mobil dengan beberapa luka tembak. Perkembangan kasus Marsal jajaran Polda Sumatera Utara sudah mengamankan diduga pelaku.


Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak, akan menyampaikan keterangan resmi secara detail. Sebelumnya Kapoldasu Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak juga memohon waktu kepada wartawan dan masyarakat untuk menuntaskan penanganan kasus penembakan wartawan Mara Salem Harahap alias Marsal.


Dalam hal ini Pemilik Ferrari Bar & Resto berinisial S (57), warga Jalan Seram Bawah, Kelurahan Banten, Kecamatan Sianta Barat dan YFP (31)–warga Jalan Melati, Kelurahan Tanjung Tongah, Siantar Martoba yang menjabat sebagai Humas atau manajer tempat hiburan malam Ferrari Bar & Resto ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan wartawan Media Online Mara Salem Harahap atau Marsal Harahap.

Foto : Charles

Polisi mengamankan mobil milik Marsal, Datsun Go warna putih, BK 1921 WR, di mana jasad Marsal ditemukan tewas, 1 unit sepeda motor Honda Vario, BK 6976 WAG, yang dikendarai pelaku saat melakukan penembakan.


Meskipun pelaku sudah tertangkap tetapi aksi solidaritas rekan rekan Jurnalis tidak terhenti terbukti hari ini ( 25/06/2021) mereka melakukan aksi di Mapolda Jatim. Adapun aksi kali ini diikuti kurang lebih 50 jurnalis dari berbagai media. Dalam aksi para jurnalis mengecam keras aksi keji penembakan wartawan asal Sumatera Utara Marsal Harahap.

Aksi yang dilakukan ini bertema "Empati Marsal Harahap" dan meminta Polda Jatim memberi perhatian agar kekerasan pada jurnalis tidak sampai merembet ke Jawa Timur.


Para jurnalis meminta Polda Jatim menyampaikan aspirasi-aspirasi dan tuntutan mereka agar disampaikan kepada Polda Sumatera Utara yang sedang menangani kasus tersebut.


"Yang jelas, semua masukan dari teman-teman media akan kami tampung, kami buat konsep surat dan akan kami kirim ke Polda Sumatera Utara,”ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Sewaktu menemui perwakilan Massa.


Gatot memastikan bahwa wartawan adalah mitra kerja Polri yang utama. “Media itu adalah mitra kerja kami yang tidak boleh lepas,”kata Gatot.


Pihaknya mengaku telah memerintahkan jajaran, baik yang ada di Polda, Polres hingga tingkat Polsek untuk bersikap humanis pada wartawan.“Saya sudah perintahkan mulai Satgas, Satker yang ada di sini (Polda Jatim), juga polres, tidak ada alasan untuk tidak melayani media,”kata dia.


Sebelum aksi berakhir salah satu jurnalis mengatakan jangan pernah takut menulis kebenaran karena profesi kita dilindungi ole UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Che/Yud)


16 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page