top of page

Patung Mahapatih Gajah Mada Tembus Museum Rekor Indonesia (MURI)

Diperbarui: 6 Des 2022


Foto : Div

Mojokerto, Analisa Post | Pembangunan patung Mahapatih Gajah Mada yang terbesar dan tertinggi di Indonesia berukuran raksasa dengan tinggi 23 meter dan lebar 9 meter dengan rincian tinggi patung 18 m, tinggi penopang 5m dibangun di kawasan Mojokerto yang berada di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto dengan Nomor Rekor : 9901/R.MURI/IV/2021. Minggu (11/04/2021)


Even ini dihadiri Gubernur yang di wakilkan oleh Dinas Pariwisata provinsi Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Forkopinda, Budayawan, Komunitas Pelestari Budaya Mojopahit, Bank UMKM, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Kadispora Kabupaten Mojokerto.

Foto : Div

Dalam penganugrahan piagam rekor MURI di terima oleh Ibu Ikfina Fahmawati, M.Si selaku Bupati Mojokerto, Bapak Mulyono SH selaku penggagas dan pemilik patung, Piagam penghargaan MURI diserahkan oleh Sri Widayati selaku presentatif MURI. Serangkaian dengan acara MOU dengan beberapa sekolah, Pelestari Budaya, Penggiat Pariwisata.


Atas prestasi ini, perwakilan dari MURI menyampaikan bahwa Kabupaten Mojokerto ini mendapatkan rekor MURI bukan hanya sekali. Tapi sudah beberapa kali dan untuk saat ini merupakan penilaian MURI dari berdasarkan tingginya patung Gajah Mada. Cuma di sayangkan kali ini Jaya Suprana sebagai Ketua dan pendiri Muri berhalangan hadir.

Foto : Div

Mulyono sebagai Owner mengatakan, "Saya bersyukur pencatatan pada rekor MURI ini terjadi justru saat suasana Pandemi Covid-19. Dan saya tidak pernah menghitung berapa biaya yang di keluarkan saat membangun Patung Gajah Mada." Ujarnya.


Di sisi lain ternyata banyak masyarakat tidak mengetahui bahwa inspirasi ini juga melibatkan Raja Bali Ida Tjokorda Jambe Pemecutan, Raja Puri Pemecutan IX mengatakan, "Awalnya saya dapat wahyu dari Pulau Menjangan, dimana pertama kali Patih Gajah Mada menginjakkan kakinya di Bali." Tuturnya kepada Analisa Post.

Foto : Div

"Tujuan di buatnya patung Gajah Mada ini adalah untuk mempersatukan perbedaan di seluruh Nusantara. Dan berharap tempat ini bisa menjadi pusat kebudayaan". Pungkasnya. Beliau juga mengingatkan bahwa marwah patung ini adalah Pemersatu Bangsa di katakan dengan tegas.


Saat awak media Analisa Post berbincang-bincang santai dengan ibu Emi Triana, S.E beliau mengaku jantungnya berdegub kencang saat mempersiapkan pengajuan patung raksasa ini dalam rekor MURI. Ibu asal Mojokerto berkata, "sebenarnya saya khawatir tidak di terima saat mengirim pengajuan. Tanggal 24 Maret ketika pengajuan melalui email, ternyata hasilnya jauh dari prediksi karena pada tanggal 30 Maret pengajuan tersebut di terima. Tidak sampai sebulan lho." Ungkapnya dengan tersenyum.

Foto : Div

"Tempat wisata ini juga tidak pernah kami tutup meskipun ada Even pemberian MURI. Setelah menjadi rekor, tempat ini tetap bisa di nikmati oleh masyarakat luas khususnya pengunjung Wisata Desa Patung Gajah Mada Patung yang kini yang menjadi ikon destinasi wisata tersebut menarik perhatian para pengunjungnya karena ini merupakan amanah dari raja-raja Nusantara."Ujar wanita sederhana ini. (Dna)

82 tampilan0 komentar