Pemerintah dan Pertamina Klarifikasi Isu Kenaikan BBM April 2026, Harga Subsidi Dipastikan Tetap
- analisapost

- 6 jam yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Kabar mengenai dugaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April 2026 yang ramai beredar di media sosial X memicu perhatian publik. Informasi yang sumbernya belum terverifikasi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, hingga akhirnya pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memberikan klarifikasi resmi.

Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi. Sementara untuk BBM subsidi, dipastikan tidak mengalami kenaikan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pengumuman resmi mengenai harga BBM nonsubsidi akan disampaikan pada 1 April 2026. Ia meminta masyarakat menunggu informasi resmi yang akan diumumkan pemerintah.
"Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,ā ujar Laode.
Ia juga memastikan bahwa harga BBM subsidi tetap berlaku seperti saat ini dan tidak mengalami perubahan. āYang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,ā katanya.
Saat ini, harga BBM subsidi yang beredar di masyarakat meliputi Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Solar atau Biosolar sebesar Rp6.800 per liter. Adapun BBM nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina terdiri atas Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), serta Dexlite (CN 51).
Selain memastikan harga BBM subsidi tetap, Laode juga menegaskan ketersediaan stok energi nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat isu yang belum terverifikasi.
"Stok BBM maupun LPG sangat aman dan memadai, agar tidak panic buying,ā ujarnya.
Sementara itu, Pertamina turut memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di media sosial. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang ramai dibahas bukan berasal dari sumber resmi perusahaan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,ā kata Baron, Senin (30/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi dan hanya mengacu pada kanal resmi Pertamina untuk mengetahui perkembangan harga BBM.
"Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi. Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,ā ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah unggahan warganet di media sosial X menyebutkan adanya proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 April 2026. Bahkan, dalam salah satu unggahan disebutkan harga Pertamax diperkirakan naik hingga Rp17.000 per liter.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis, pemerintah dan Pertamina menegaskan belum ada keputusan resmi mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi, sementara harga BBM subsidi tetap dipastikan tidak berubah. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com











Komentar