top of page

Petugas Bandara Juanda Internasional T2 Mengusir Wartawan Analisa Post


Foto : Red

Sidoarjo, Analisa Post | Pagi yang cerah ternyata tidak sama dengan suasana ketika hari ini awak media Analisa Post sedang liputan di terminal Internasional Juanda. Jumat (14/05/2021)


Pasalnya ketika jurnalis ini melihat ada pesawat Scoot melintas di atas langit di hari ke dua setelah lebaran. Dimana kita ketahui bahwa pesawat ini berasal dari Singgapura.


Dalam hal ini pastinya membuat bertanya-tanya sebab kondisi pandemi, jelas-jelas pemerintah melarang warganya keluar masuk dari luar negeri.

Hal inilah yang membuat jurnalis ini datang ke Bandara Internasional untuk mengetahui update terbaru agar tidak ada berita yang simpang siur sehingga membuat masyarakat binggung.


"Pak kami dari Media, mau konfirmasi mengenai pesawat Scoot yang kami lihat. Apakah ada yang berangkat?" Tanya salah satu awak media.


"Benar hari ini ada pesawat Scoot yang berangkat. Siapa yang mau berangkat ?Keberangkatan jam berapa?" Ujarnya sambil memperhatikan seragam jurnalis.


"Kami hanya mau cari informasi detail biar tidak salah tulis tentang kedatangan pesawat Scoot" kata salah seorang jurnalis.


"Konfirmasi dulu ke Humas ya" Ujar I Gede Sastrawan


Karena petugas mengatakan demikian, Akhirnya salah satu awak media Analisa Post mendekati keluarga penumpang.


Namun sayangnya saat jurnalis tersebut bertugas justrus di halangi oleh petugas I Gede Sastrawan salah seorang petugas yang berjaga di posko terpadu. Petugas tersebut sangat arogan. Perlu diketahui Pelarangan dan pengusiran yang dilakukan oleh Petugas jelas melanggar UU Pers No 40 Tahun 1990.


Jelas-jelas jurnalis ini tidak masuk ke dalam ruang tunggu di mana kita semua tau itu adalah ruang publik. Mereka hanya berada di luar tempat keberangkatan. Siapapun berhak ambil foto, ataupun berbincang-bincang di areal publik.


Menurut informasi yang di peroleh dari keluarga penumpang, pagi ini kurang lebih pukul 10.30 ada keberangkatan ke Malaysia. Menurut pengakuan dari keluarga, penumpang itu adalah salah satu pelaut.

Foto : Red

Saat berbincang-bincang dengan keluarga penumpang, petugas datang dengan nada marah menyuruh jurnalis tersebut untuk segera pergi. Kok ada ya petugas di tempatkan di bandara Internasional sok jagoan. Bagaimana tanggapan dari dinas terkait ??


"Mohon jangan bicara dengan mereka. Tadi saya sudah bilang harus konfirmasi ke humas dulu. Baru nanti kami akan bantu" Ujarnya dengan nada keras.


Yang jadi pertanyaan, apakah bicara dengan keluarga penumpang ada aturannya? Sejak kapan itu di buat peraturan. Tolonglah bijak sedikit. Kami datang untuk meliput , mencari berita bukan anarkis yang di usir hanya ingin tau kondisi terbaru di sana. Tolong pemerintah fahami. Baik buruk nama kalian itu semua tergantung sikap kalian terhadap kami.


Kami media independen bukan penjahat dan bukan cari muka. Kami hanya mencari suatu berita yang akurat untuk di ketahui masyarakat luas. Jadi bijaklah sebagai petugas. (Red)

161 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua