top of page

Penjual Miras Tanpa Ijin Lengkap Marak di Jakbar

Diperbarui: 1 Mar 2022


Foto : Red

JAKARTA - anakisapost.com | Bebasnya penjualan miras dari berbagai jenis merek dan oplosan di wilayah Kembangan Jakarta Barat ini terkesan aman terkendali. Hal itu terpantau tim investigasi Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia saat mendapatkan keanehan pada hari Kamis (20/5/2021) malam.


Keanehan di jalur masuk warung yang berplang om Bobby ini terlihat oleh tim banyak kendaraan roda 2 datang dan masuk lalu keluar membawa bungkusan plastik hitam. Bahkan tidak sedikit mereka yang keluar masuk itu masih dibawah umur, usia anak-anak muda itu kisaran 15 - 25 tahun.


Dilihat dari letaknya, lokasi berplang warung om Bobby ini sangat strategis, letaknya hanya kurang lebih 20 meter dari jalur jalan besar. Rasa penasaran tim investigasi FWJ ini akhirnya terjawab. Warung yang sepintas dilihat seperti warung kelontong itu ternyata dengan terang-terangan menjual minuman keras dari segala merek baik lokal maupun merek berkelas.


Berdasarkan pengakuan wanita separuh baya dari pemilik warung yang ditemui dilokasi dia mengatakan," sudah punya surat ijin, bahkan sudah kordinasi dengan Niko dari Polsek Kembangan. "Ucap Alam, kordinator wilayah FWJ Jakarta Barat di TKP.

Foto : Red

Usut punya usut, kata Alam akhirnya terkuak nama Niko yang dimaksud penjual miras adalah Kanit Polsek Kembangan Jakarta Barat. Hal itu terungkap adanya rekaman dari hasil investigasi tim Forum Wartawan Jakarta, bahkan wanita penjual miras itu juga menyebut beberapa anggota kepolisian Polsek Kembangan.


"Dalam hal ini kami menyayangkan adanya dugaan kuat keterlibatan Kanit Polsek Kembangan dalam meloloskan bisnis tersebut. Lokasi warung itu pun tidak begitu jauh dari Polsek Kembangan. Ini kami nilai bukan sekedar pemback-upan akan tetapi juga pembiaran yang salah. "Ujar Alam.


Melihat gelagat yang tidak baik dan bisa merusak citra kepolisian, Alam bersama tim Investigasi FWJ segera mengambil sikap untuk melaporkan hal tersebut ke Polsek Kembangan Jakarta Barat, sayangnya penerimaan aduan Alam Cs malah tak dihargai oleh Panit Polsek Kembangan.


"Tadi kami laporkan temuan soal miras dan adanya dugaan pemback up an serta pembiaran dari posek Kembangan, namun Panit Polsek tersebut terkesan tak bersahabat, bahkan diputar-putar dan tak mencerminkan promoter kepolisian. "Ungkapnya.


Hal itu juga dibenarkan Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ini. Dalam keterangannya, ia mengatakan aduan tim FWJ nya malah tak dianggap oleh Panit Polsek Kembangan yang bernama Widi.


"Benar dan memang yang terjadi seperti itu. Malah ketika saya mau masuk dengan sopan dan santun keruangan Widi, dia malah membentak saya dan mengusir saya dengan alasan yang tak masuk akal dan sangat arogan. "Jelas Opan.


Ketum FWJ ini pun akhirnya mengambil sikap untuk melaporkan Widi yang tidak memiliki etika humanis dan promoter ke Paminal Polda Metro Jaya jika tak ada itikad baik Kapolseknya memberikan binaan etika humanis kepada Panit Reskrim Polsek Kembangan Jakarta Barat dan mengambil langkah tegas kepada Kanitnya yang diduga melakukan pemback up an usaha Miras ditengah pemukiman warga.


"Bahasa seorang Panit Polsek sangat tak mencerminkan etika penyidik. Padahal sebelumnya sudah kami jelaskan bahwa kami sebelumnya telah berkomunikasi dengan Kapolseknya, namun Panit Widi langsung berkata kasar 'gak ada urusan dengan Kapolsek, silahkan kalian adukan saya. "Ketus Widi diruangannya. ( Red )

30 tampilan0 komentar
bottom of page