Pentingnya Mengenalkan Manasik Haji Cilik Pada Usia Dini

Diperbarui: 29 Sep

SURABAYA - analisapost.com | Pentingnya mengenalkan ibadah haji kepada si kecil sejak dini, tujuannya adalah agar ia mengetahui makna dari rukun islam yang ke-5. Tak jarang para guru melakukan latihan untuk mengenalkan pada anak-anak bagaimana tahapan dalam ibadah haji.

Anak-anak melakukan latihan manasik haji (Foto: Div)

Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Surabaya pada hari Rabu (28/9/22) dengan kegiatan Manasik Haji yang dihelat di Masjid Al Akbar Surabaya mulai pukul 06.30 di buka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Dr.H.Pardi,M.Pd.I diawali dengan pelepasan balon udara.


Kegiatan yang diikuti 3000 anak se-Surabaya 500 guru RA, dan 50 panitia ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibadah haji bagi peserta didik, guru, dan wali murid melalui pembelajaran praktik manasik haji untuk anak. Biasanya pada anak menginjak usia TK akan diajarkan oleh gurunya.


Seperti yang di sampaikan oleh Penanggung Jawab Hj.Sukesi mengatakan,"Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan IGRA Surabaya, Kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun satu kali tingkat RA Surabaya." ujarnya

"Selama dua tahun sempat fakum karena pandemi. Tetapi sekarang Ahamdullilah, kami bisa mengajarkan kembali manasik haji diikuti kurang lebih 3000 anak. Motivasi kami adalah anak-anak bisa mengetahui makna dari rukun islam yang ke-5." jelasnya kepada awak media Analisa Post.


Sementara ketua panitia Hj. Soesana menambahkan, "Kami panitia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya manasik haji kecil dengan antusias yang luar biasa, acara ini bisa terlaksana."ujarnya dengan ramah.


Adapun tata cara yang harus dilaksanakan adalah :


  1. Ihram yang dimulai dengan keadaan suci dan mengenakan pakaian serba putih yang melambangkan kesucian. Laki-laki wajib mengenakan pakaian putih yang dililitkan ke pinggang hingga bawah lutut, dan satu kain lainnya disampirkan ke bahu kiri. Bahu kanan tidak tertutup oleh kain. Sedangkan perempuan menggunakan pakaian yang menutup aurat. Mereka mengenakan pakaian ihram dari rumah masing-masing.

  2. Wukuf merupakan berdiam diri sambil berzikir dan berdoa di padang hingga matahari terbenam.

  3. Menuju Masjidil Haram untuk melakukan solat yang dilakukan sebanyak 7 kali didampingi penanggung jawab.

  4. Lempar Jumrah sebagai simbol melempar setan yang menjelma dalam tiga bagian menggunakan batu kerikil dengan melemparkan 7 batu ke Ka'bah. Namun batu kerikil di ganti pipilan jagung agar tetap aman dan tidak membahayakan.

  5. Tawaf adalah rangkaian ibadah yang dilakukan dengan berjalan mengelilingi Ka'bah miniatur yang di buat sebanyak 7 kali putaran atau 1 kali putaran sebagai simbolis anak-anak yang sedang belajar.

  6. Sa'i dilakukan dengan berlari kecil dari bukit Safa ke Marwah sebanyak 7 kali putaran sambil berdoa.

  7. Tahalul adalah rangakaian terakhir dilakukan dengan cara memotong rambut. setelah itu anak-anak dipersilakan untuk meminum air zam-zam secara bergantian dan mendapatkan beberapa buah kurma untuk dimakan.

Meskipun situasi pandemi, para pendidik tetap mengajarkan anak bagaimana rangkaian yang dilakukan saat menunaikan ibadah haji. (Dna/Che)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

#IGRA #