Posko "Rakyat Menggugat" di Surabaya Diserang, Donasi dan Tenda Raib
- analisapost

- 25 Agu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Posko "Rakyat Menggugat" yang berlokasi di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, mengalami insiden tak terduga pada Senin (25/8/2025) dini hari. Barang-barang logistik, uang donasi, hingga tenda posko dilaporkan hilang setelah diserang sekelompok orang tak dikenal.

Menurut informasi yang dihimpun AnalisaPost, aksi penyerangan dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, dua orang penjaga posko tidak berdaya ketika puluhan orang datang dengan sepeda motor dan mobil. Para pelaku mengenakan helm dengan wajah tertutup. Saat salah seorang berusaha merekam, ia ditegur dan dihalangi.
Posko ini sejatinya menjadi pusat pengumpulan donasi untuk aksi demonstrasi "Rakyat Jatim Menggugat" yang rencananya digelar pada 3 September 2025. Gerakan tersebut membawa sejumlah isu, antara lain:
Dugaan tindak pidana korupsi dana hibah di Jawa Timur.
Kebijakan pembebasan tunggakan pajak kendaraan bermotor yang dinilai setengah hati.
Maraknya pungutan liar di dunia pendidikan.
Sejak berdiri, posko menerima berbagai donasi dari masyarakat, mulai dari makanan, minuman, hingga uang tunai.
Salah satu penggerak aksi, Muhammad Soleh yang kerap disapa Cak Sholeh, menilai penyerangan ini tidak lepas dari sensitifnya isu yang diangkat.
āSelama ini aksi-aksi besar di Surabaya biasa saja, bahkan sampai menutup jalan, gubernur tidak pernah takut. Kenapa sekarang jadi takut? Karena isu ini menyangkut langsung pada beliau,ā kata Sholeh.

Ia menyinggung dugaan korupsi dana hibah sejak 2019 yang nilainya mencapai triliunan rupiah. āBayangkan, 21 orang jadi tersangka, tapi tidak ada satupun dari Pemprov yang kena. Anehnya, semua dibebankan ke DPRD. Padahal hibah harus ada tanda tangan gubernur,ā ujarnya.
Terkait penyerangan posko, Sholeh menyebut jumlah pelaku mencapai 60ā70 orang. āMereka datang mendadak, pakai motor dan mobil. Aksi berlangsung setengah jam. Ini mengingatkan saya pada cara-cara Orde Baru. Harusnya kalau ada masalah, tinggal hubungi saya. Nomor saya terbuka 24 jam,ā ucapnya.
Ia menegaskan gerakan tidak akan surut meski mendapat tekanan. āKami sudah tahu siapa para pelakunya. Siapapun yang mencoba menghentikan gerakan rakyat Jawa Timur, akan kami lawan,ā tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, salah satu warga pendukung aksi menyampaikan,"posko ini biasanya memang di jaga beberapa orang. Ini semua donasi dari warga Surabaya. Air mineral diambil dan dibuang, tenda dibongkar, uang donasi hilang. Ini jelas upaya untuk menghalangi gerakan rakyat,ā tuturnya kepada awak media AnalisaPost saat diminta keterangan.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar