Terminal Gilimanuk Terapkan Tol Gate Digital, Tekan Kebocoran Retribusi
- analisapost

- 3 hari yang lalu
- 2 menit membaca
JEMBRANA- analisapost.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mulai menguji coba sistem tol gate digital atau retribusi berbasis nontunai di Terminal Gilimanuk, Selasa (17/2/2026). Uji coba ini difokuskan pada retribusi parkir manuver dan operasional terminal sebagai bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, mengatakan penerapan sistem digital tersebut merupakan langkah strategis untuk menciptakan tata kelola pendapatan yang lebih transparan dan akuntabel.
Melalui sistem pembayaran nontunai, potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan sehingga seluruh penerimaan daerah bisa dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat.
āDengan sistem yang akuntabel, kami dapat memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap secara optimal untuk masyarakat Jembrana,ā ujar Budiasa, dikutip dari laman resmi Pemkab Jembrana.
Terminal Gilimanuk sebagai pintu gerbang utama arus logistik dan penumpang menuju Pulau Bali dinilai memiliki potensi penerimaan daerah yang besar. Penerapan tol gate otomatis ini meminimalkan transaksi tunai antara petugas dan pengguna jasa, sekaligus menutup celah terjadinya pungutan liar maupun kesalahan pencatatan.
Selain itu, seluruh data transaksi tercatat dan dapat dipantau secara real time oleh pemerintah daerah. Sistem ini memungkinkan proses pengawasan dan proyeksi anggaran dilakukan secara lebih akurat dan terukur.

Budiasa menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Jika uji coba di Terminal Gilimanuk berjalan optimal, sistem serupa akan diterapkan di titik-titik retribusi lainnya di wilayah Jembrana sebagai model percontohan.
Melalui digitalisasi ini, Pemkab Jembrana optimistis dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih modern, efisien, dan terpercaya.
"Digitalisasi memangkas rantai birokrasi dalam pemungutan retribusi, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur publik lainnya,ā katanya. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar