Ubhara Dan KMS Inisiasi Kampung Verty
- analisapost

- 20 Des 2021
- 2 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | adalah kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Peningkatan jumlah penduduk bertambah dari tahun ke tahun yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan dan pangan. Jumlah pangan yang meningkat menyebabkan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi namun disisi lain kebutuhan lahan yang meningkat menyebabkan lahan pertanian beralih fungsi menjadi pemukiman sehingga pemenuhan kebutuhan pangan menjadi minim.
Dengan adanya kendala keterbatasan lahan didaerah perkotaan, kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan cara urban farming. Pemanfaatan lahan untuk pertanian di daerah perkotan ditujukan untuk menyediakan bahan pangan bagi keluarganya secara langsung dan meningkatkan pendapatan melalui produk-produknya. Urban farming memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan diantaranya manfaat ekonomis, manfaat kesehatan serta manfaat lingkungan.
Salah satu model urban farming yang sesuai untuk lahan sempit di perkotaan ialah urban farming model vertikultur. Lahan pekarangan yang sempit menjadi potensi dalam pemenuhan pangan keluarga dan membantu membangun kemandirian pangan masyarakat. Oleh sebab itu, dengan adanya vertikultur dapat mengurangi keterbatasan masyarakat dalam bercocok tanam sayuran dan kebutuhan harian lainnya.
Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dengan tema ā optimalisasi vertikultur dalam membangun kemandirian pangan keluargaā Universitas Bhayangkara Surabaya bersinergi dengan Yayasan Karya Muda Sejahtera (KMS) membangun Kelurahan Kendangsari khususnya di gang IV RT 09 RW 03 menjadi sebuah kampung yang bernama āKampung Vertiā. Istilah ini diambil karena program gabungan antara kelompok KKN dan KMS memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kemandirian pangan di tingkat keluarga pada Kelurahan Kendangsari. Padatnya penduduk di Kelurahan Kendangsari menyebabkan terbatasnya lahan untuk bercocok tanam.
Selama dua bulan Nopember hingga Desember 2021 Mahasiswa peserta KKN dan KMS bahu membahu dengan masyarakat kususnya ibu-ibu PKK memanfaatkan sistem pertanian vertikultur dengan media pipa paralon yang memiliki beberapa lubang sehingga efisien di lahan yang terbatas dan medianya dapat digunakan kembali setelah panen. Keunggulan dari sistem vertikultur ialah menghemat lahan, air dan pupuk. Selain itu dapat menerapkan pertanian yang organik tanpa memerlukan bahan kimia yang berlebih, berperan sebagai sinitasi lingkungan serta meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui kemandirian pangan di tingkat rumah tangga
āDengan adanya vertikultur kemandiran masyarakat dapat diwujudkan melalui pemanfaatan lahan sempit dengan maksimal dan hasilnya dapat memeuhi kebutuhan sayur sehat oleh masyarakat, kata M. Fadeli Dosen Pembimbing Lapangan KKN Ubhara Surabaya. Di akhir kegiatan dilakukan penandatnganan nota kerjasama antara Ubhara Surabaya dan KMS. āSebagai bentuk komitmen keberlangsungan kegiatan yang digagas bersama. Sehingga kerjasama tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang lain dalam mendukung kebijakan Kemendikbud RI terkait Merdeka belajar kampus merdekaā, tambahanya.(Red/Ubet)





Komentar