top of page

UKWMS Salurkan Mesin Pengering Hemat Energi untuk UMKM Kerupuk di Situbondo

Diperbarui: 27 Apr

SURABAYA - analisapost.com | Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menyalurkan bantuan mesin pengering kerupuk hemat energi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (17/12/2022). Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis inovasi, baik pada bahan baku, proses produksi, maupun pemasaran.

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berikan mesin pengering kerupuk hemat energi guna membantu optimalkan produksi kerupuk
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berikan mesin pengering kerupuk hemat energi guna membantu optimalkan produksi kerupuk (Foto: Div)

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi yang diharapkan dapat mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan pedesaan serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat. Implementasi teknologi tepat guna dinilai penting untuk menjawab tantangan pengembangan usaha makanan tradisional berbasis produk lokal, khususnya kerupuk.


Hal ini tentu sangat membantu pemerintah karena program untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan pedesaan telah dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejaterahaan masyarakat.


Dilakukan implementasi mesin produksi di UMKM bertujuan guna mengembangkan usaha makanan tradisional produk lokal khususnya krupuk di desa. Tantangan membangun desa tentu akan menjadi bagian dari dinamika masyarakat dalam mengawali perubahan pengembangan usaha makanan tradisional produk lokal.

Foto bersama usai penyerahan bantuan dalam program Pengabdian Masyarakat Terintegrasi di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Situbondo
Foto bersama usai penyerahan bantuan dalam program Pengabdian Masyarakat Terintegrasi di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Situbondo (Foto: Div)

Dosen Teknik Elektro, Ir. Andrew Joewono, ST.,MT.,IPU.,ASEAN, yang memimpin kegiatan ini saat ditemui di Desa Curah Cottok mengatakan, keunggulan alat ini dibanding pengering laiinnya adalah hemat energi guna membantu produksi kerupuk bagi pelaku UMKM yang diberikan.


“Program pengembangan usaha makanan tradisional melalui mesin produksi tepat guna ini kami berikan kepada UMKM ‘RISQI’ di Desa Curah Cottok. Alat ini hanya membutuhkan daya listrik 72 watt dan menggunakan LPG dalam proses pengeringannya,” ujarnya.


Ia menambahkan, mesin tersebut mampu mengeringkan hingga 50 kilogram kerupuk dalam waktu sekitar satu jam dengan konsumsi satu tabung LPG 3 kilogram yang dapat digunakan hingga tiga kali proses pengeringan berdurasi 60–90 menit.


Menurut Andrew, sistem pengoperasian mesin dirancang sederhana sehingga mudah digunakan oleh pelaku UMKM.


"Pengguna cukup menekan tombol power dan start, maka mesin akan bekerja. Suhu dan kelembapan dapat diatur, sehingga saat musim hujan pelaku usaha tidak perlu khawatir proses produksi terganggu," cerita Andrew kepada awak media AnalisaPost.

Alat pengukur suhu pada mesin pengering kerupuk yang digunakan untuk mengontrol temperatur selama proses produksi
Alat pengukur suhu pada mesin pengering kerupuk yang digunakan untuk mengontrol temperatur selama proses produksi (Foto: Div)

Selain bantuan mesin, Dra. Ir., Adriana Anteng Anggorowati,MSi.,IPU, sebagai anggota yang membantu persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, dengan kepakaran implementasi material produksi (kimia). Pendampingan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan produk lokal sekaligus memperkuat potensi desa menuju kawasan wisata berbasis ekonomi masyarakat.


Pemerintah desa setempat menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Perwakilan pemerintah Desa Curah Cottok melalui sekretaris desa menyatakan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha warga.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada UKWMS dan para mahasiswa yang terlibat. Bantuan ini sangat berarti dan kami berharap dapat terus dikembangkan ke depan,” ujarnya.


Dengan adanya inovasi teknologi ini, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan usaha, terutama dalam menghadapi kendala cuaca dan keterbatasan proses produksi tradisional..(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya