Walubi Jatim Jalin MoU dengan RS Malaysia, Permudah Akses Medis
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Timur resmi menjalin kerja sama layanan kesehatan internasional dengan dua rumah sakit di Malaysia, Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperluas akses pengobatan luar negeri bagi anggota Walubi.

Penandatanganan MoU dilakukan di Sekretariat Walubi Jatim oleh Ketua Walubi Jatim, Gito Sugiarto, dan dilanjutkan dengan jamuan makan malam di Grand Whiz Praxis Hotel Surabaya, Jalan Panglima Sudirman No. 101ā103, Kamis malam (23/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus Walubi, PSMTI, serta perwakilan resmi dari kedua rumah sakit.
Perwakilan Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital, Firda Rusdiana, menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada kemudahan layanan bagi anggota Walubi tanpa adanya kewajiban tertentu.
āKerja sama ini murni bersifat pelayanan. Tidak ada beban administrasi maupun target bagi anggota untuk berobat ke Malaysia. Kami menyediakan layanan eksklusif berupa diskon dan potongan harga,ā ujar Firda.
Selain layanan medis, pihak rumah sakit juga berkomitmen mendukung kegiatan sosial Walubi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti pembagian sembako serta menghadirkan tenaga medis dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk āBincang Sehatā pada momen tertentu, termasuk peringatan hari jadi organisasi.
Firda menjelaskan, kehadiran perwakilan resmi di Surabaya bertujuan memberikan kemudahan informasi bagi masyarakat, termasuk konsultasi gratis terkait akomodasi, penjadwalan dokter, serta kebutuhan teknis lainnya sebelum keberangkatan.

"Kami hadir untuk memberikan pilihan. Pasien dapat berkonsultasi tanpa biaya di kantor perwakilan kami di Surabaya, mulai dari pengaturan jadwal hingga kebutuhan perjalanan medis, sehingga prosesnya lebih terarah dan tidak menyulitkan,ā jelasnya.
Meski membuka akses pengobatan ke luar negeri, pihaknya menegaskan tetap menghormati keberadaan layanan kesehatan dalam negeri. Kerja sama ini diharapkan menjadi alternatif, terutama bagi pasien yang membutuhkan layanan spesifik atau pendapat medis kedua (second opinion).
Sementara itu, Ketua Walubi Jatim, Gito Sugiarto, menilai kerja sama ini penting di tengah perubahan kebijakan fiskal di Malaysia. Ia menyebut, adanya kebijakan Sales and Services Tax (SST) sebesar 6 persen bagi warga negara asing sejak 1 Juli 2025 berdampak pada biaya pengobatan.
āMelalui kerja sama ini, potongan harga yang diberikan dapat membantu meringankan beban biaya anggota yang ingin berobat ke Malaysia,ā ujar Gito kepada awak media AnalisaPost saat ditemui usai penandatanganan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama MoU ini adalah memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi umat Buddha yang membutuhkan pengobatan di Malaysia, dengan persyaratan yang relatif sederhana. Namun, biaya transportasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pasien.
āProgram ini memang menyasar kalangan menengah ke atas, tetapi kami berharap manfaatnya tetap bisa dirasakan secara luas,ā tambahnya.

Gito juga menekankan bahwa kemitraan ini tidak hanya ditujukan untuk pengobatan saat sakit, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
āKerja sama ini diharapkan menjadi langkah preventif. Tidak hanya saat sakit, tetapi juga ketika sehat untuk melakukan pemeriksaan rutin,ā tegasnya.
Untuk mempermudah koordinasi, masyarakat dapat mengakses informasi secara langsung melalui kantor perwakilan resmi di Jawa Timur. Kedua rumah sakit tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal sekaligus menjadi salah satu opsi layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. (Che/Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar