Waspadai Varian Baru Omicron (B.1.1.529) dari Afrika Selatan
- analisapost

- 29 Nov 2021
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Senin, 29 November 2021 Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) menyampaikan sosialisasi dan edukasi mengenai perkembangan terkini covid-19. Radian Jadid, Ketua Pelaksana PPKPC-RSLI mengingatkan semua masyarakat untuk tetap menjalan protokol kesehatan 6M serta tetap mewaspadai kemungkinan muncul dan merebaknya varian baru covid-19.
Interaksi dengan orang lain yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri hendaknya dihindari. Selama pemerintah belum menyatakan Pandemi Covid-19 ini berakhir, maka masyarakat diharapkan tetap menjaga diri dan keluargannya serta mengikuti petunjuk dan arahan dari pemerintah.
Seperti diketahui, dunia kembali dihebohkan dengan temuan baru varian covid-19 yang merebak pertama kali di Afrika Selatan. Melansir siaran pers dari WHO pada Minggu 27 November 2021, varian baru tersebut yakni B.1.1.529 yang oleh WHO diberi nama Varian Omicron. Sampel pertama ditemukan pada 9 November 2021 dan dilaporkan pertamakali oleh Afsel ke WHO pada 24 November 2021. Selanjutnya Varian tersebut ditetapkan sbg Variant Under Monitoring (VUM) oleh WHO, dan hanya dua hari kemudian ditetapkan sebagai Variant of Concern (VoC) pada 26 November 2021.

Technical Advisory Group on SARS-COV-2 Virus Evolution/TAG-VE (independent group of experts) mencatat beberapa hal mengenai karakteristik varian Omicron yakni Varian ini miliki banyak mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Indikasi awal menunjukan risiko tinggi reinfection dibandingkan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini terlihat naik di hampir semua provinsi di AfrikaSelatan. Namun demikian Alat PCR yg ada saat ini masih dapat mendeteksi varian tersebut. Varian ini terdeteksi meningkat dengan laju yang lebih cepat dibandingkan wave varian lainnya.
Terhadap penyebaran varian omnicron ini WHO merekomendasikan agar berbagai negara melakukan serangkaian langkah untuk memperkuat upaya surveillance dan sequencing untuk lebih memahami peredaran varian Covid-19.
Semua negara diharapkan segera menyampaikan genome sequence yg lengkap dan metadata terkaitnya ke database publik (GISAID) dan melaporkan kasus/kluster yg terkait dengan VO ke WHO melalui mekanisme IHR. Bila memiliki kapasitas, hendaknya dapat melakukan investigasi lapangan dan assessment laboratorium untuk memperkaya pemahaman mengenai dampak terhadap epidemiologi, severity, efektivitas public health and social measures, alat diagnostik, dampak imunitas, netralisasi terhadap antibodi dan karakteristik lainnya.
Di Afrika Selatan sendiri sejauh ini telah tercatat lebih dari 2.465 kasus varian Omicron (naik 321% dari minggu sebelumnya). Varian ini juga telah ditemukan di Hong Kong (1 korban baru tiba dari Afrika Selatan dan 1 local transmission), Botswana dan Israel (korban dari Malawi) serta Belgia juga telah mengkonfirmasi terjangkitnya varian omnicron. Terakhir, Inggris, Jerman dan Italia juga mengkonfirmasikan hal yang sama.
Catatan peneliti di Afsel temukan 32 mutasi spike protein, dan secara keseluruhan terdapat 50 mutasi dalam varian baru ini. Sebagai perbandingan, varian Delta hanya miliki 2 mutasi spike protein. Varian ini miliki kemiripan dengan varian Lambda dan Beta yg terkenal memiliki kemampuan untuk melawan (escape) imunitas yang telah terbentuk.
Dikhawatirkan bahwa varian ini tidak hanya miliki tingkat transmissibility yang lebih tinggi (lebih cepat menyebar), tetapi juga dapat melewati sistem imunitas dan perlindungan terhadap sistem imunitas. Dibutuhkan kurang lebih dua minggu untuk dapat memastikan dampak varian baru terhadap vaksin berbasis mRNA.
Penelitian di Hongkong temukan bahwa varian ini sangat airborne (2 korban di ruangan yang berseberangan dan sampel virus ditemukan di beberapa sudut kedua ruangan). Varian baru tersebut banyak ditemukan di antara individu berusia 18-34, kelompok dgn tingkat vaksinasi plg rendah di Afsel. Tingkat vaksinasi di Afsel baru mencapai 24%. Beberapa sumber berita sempat memberikan nama varian Nu (baca: new) (NYT, BBC, Reuters etc). Data CoV-Lineages tunjukan bahwa 64% sampel yg diterima berasal dari Afsel, dan 36% sampel dari Botswana. Beberapa negara telah menghentikan penerbangan langsung dari kawasan Afrika. Inggris telah menghentikan penerbangan dari Afsel, Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia dan Zimbabwe sejak Jumat siang waktu setempat akibat varian B.1.1.529 (NYT). Komisi Eropa juga tengah berkoordinasi dgn negara anggota EU dan akan merekomendasikan penghentian penerbangan dari kawasan Selatan Afrika karena varian baru ini.
Israel, Jepang, Prancis, Jerman, Italia dan Singapura juga tengah mendalami kebijakan untuk membatasi masuknya pengunjung dari kawasan Selatan Afrika (Axios). Swiss telah melarang penerbangan langsung dari kawasan selatan Afrika, sedangkan pengunjung dari kawasan selatan Afrika, Hongkong, Israel dan Belgia harus memberikan hasil COVID-19 mulai 26 Nov dan dikarantina selama 10 hari (SwissInfo). Melihat cepatnya serangan varian baru ini, Pertemuan Menteri ke-12 WTO dibatalkan per 27 November 2021. Total per-27 November 2021 sudah delapan negara mengkonfirmasi terjangkit Varian Omnicron, yakni AfrikaSelatan, Hong Kong, Botswana, Israel, Belgia, Inggris, Jerman dan Italia.(Rj/Red)





Komentar