Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Arah Sebaran Dipengaruhi Angin
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
JAKARTA - AnalisaPost | Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kondisi angin di berbagai ketinggian menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arah penyebaran abu vulkanik.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan arah dan kecepatan angin, tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, serta jumlah material yang dikeluarkan turut menentukan pola penyebaran abu.
"Jadi arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian, serta tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan. Hal-hal ini sangat memengaruhi arah sebaran abu tersebut," kata Lana dalam konferensi pers secara daring melalui akun YouTube @BadanGeologiBG, Minggu (6/9/26).
Menurut Lana, arah penyebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat mengikuti perubahan kondisi angin. Karena itu, proyeksi sebaran abu perlu terus diperbarui dengan mempertimbangkan kondisi meteorologi terkini.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menyampaikan informasi mengenai aktivitas erupsi, meliputi sumber erupsi, waktu kejadian, tinggi kolom abu, warna, intensitas, hingga kecenderungan arah kolom abu yang teramati.
"PVMBG menyampaikan informasi sumber erupsi, waktu kejadian, tinggi kolom abu, warna, intensitas, dan arah kecenderungan kolom abu yang teramati," ujar Lana.
Untuk mendukung keselamatan penerbangan, informasi mengenai aktivitas erupsi dan sebaran abu tersebut dikoordinasikan Badan Geologi melalui mekanisme Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA).
Informasi tersebut menjadi bahan masukan bagi otoritas penerbangan dalam menentukan langkah terkait operasional penerbangan.
Lana menjelaskan, potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau arah angin membawa abu vulkanik menuju jalur penerbangan maupun wilayah berpenduduk.
"Potensi dampak yang lebih luas ini akan meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk," katanya.
Ia menegaskan, keputusan mengenai operasional bandara ditetapkan oleh otoritas penerbangan. Penentuan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik aktual, prakiraan penyebaran, serta standar keselamatan penerbangan.(Utm)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar