top of page

Expo Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya, Tawarkan Beasiswa dan Promo Sekolah

2 menit yang lalu
4 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Pusat Layanan Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya (PULPEN KS) menggelar Expo Pendidikan Katolik pada 23-25 Oktober 2026 di Galaxy Mall, Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan 17 yayasan pendidikan untuk memperkenalkan beragam pilihan lembaga pendidikan Katolik, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi..

Pembukaan Expo Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya bertema Passport to Purpose di Galaxy Mall Surabaya, Jumat (23/10/2026), ditandai dengan seremoni pembukaan yang meriah.
Pembukaan Expo Pendidikan Katolik Keuskupan Surabaya bertema Passport to PurposeĀ di Galaxy Mall Surabaya, Jumat (23/10/2026), ditandai dengan seremoni pembukaan yang meriah.(Foto:Charles)

Mengusung tema Passport to Purpose, expo yang digelar dalam rangka Bulan Pendidikan Keuskupan Surabaya ini bertujuan memperkenalkan nilai-nilai pendidikan Katolik sekaligus membantu masyarakat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan masa depan peserta didik.


Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, yang akrab disapa Romo Didik, mengatakan pendirian sekolah oleh Gereja merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendampingi perkembangan anak sejak usia dini.


Menurutnya, peran Gereja tidak sebatas menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai kebenaran, kemanusiaan, serta penghormatan terhadap martabat manusia


"Peran Gereja mendirikan sekolah merupakan wujud tanggung jawab moral, dengan tujuan mendampingi perkembangan anak sejak dini. Gereja bertindak sebagai guru yang mengajarkan nilai-nilai kebenaran, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia," ujarnya.


Ia menekankan pentingnya pendidikan yang kuat dan tepat dalam membentuk generasi masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan Magnifica Humanitas, yang dalam materi kegiatan disebut sebagai dokumen yang dirilis Paus Leo XIV.


Melalui pendidikan, Gereja diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk pribadi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap sesama.


Sebanyak 17 yayasan pendidikan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Empat yayasan mewakili perguruan tinggi, sedangkan 13 yayasan lainnya menghadirkan lembaga pendidikan jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Kepala Sekolah SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd (Foto: Div)
Kepala Sekolah SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd (Foto: Div)

Salah satu peserta adalah Yayasan Paratha Bhakti Surabaya, yayasan penyelenggara pendidikan Katolik yang berada di bawah naungan Kongregasi Suster Ursulin atau Uni Roma Ordo Santa Ursula Provinsi Indonesia.


Kepala Sekolah SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd., mengatakan keikutsertaan yayasannya dalam expo tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan layanan pendidikan kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.


ā€œMelalui expo ini, kami mendapat kesempatan untuk lebih memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, terutama yang berada di sekitar Surabaya dan umat Katolik. Kami juga menawarkan berbagai pilihan beasiswa serta promo menarik yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan orang tua,ā€ tutur Yunitha kepada awak media AnalisaPost, Jumat (23/10/2026).


Selain memperkenalkan sekolah, Yayasan Paratha Bhakti menawarkan potongan uang sekolah bagi calon peserta didik. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka.


Yunitha menjelaskan, Yayasan Paratha Bhakti menaungi delapan unit pendidikan yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Pacet. Di Surabaya, yayasan mengelola KB, TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria Surabaya. Sementara di Sidoarjo, terdapat KB, TK, SD, dan SMP Santa Maria Sidoarjo. Adapun di Pacet, yayasan mengelola SMP Santo Yusuf Pacet.


Menurut Yunitha, pendidikan yang dikembangkan Yayasan Paratha Bhakti tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik Katolik, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama.


Salah satu contohnya adalah SMP Santo Yusuf Pacet, yang sekitar 94 persen siswanya berasal dari kalangan non-Katolik. Menurut Yunitha, kondisi tersebut menunjukkan bahwa karya pendidikan Katolik dapat menjangkau masyarakat luas tanpa membatasi latar belakang agama peserta didik.


Dalam proses pembelajaran, Yayasan Paratha Bhakti menekankan pembentukan karakter melalui nilai cinta kasih, belas kasih, kejujuran, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan sosial yang baik.

Ketua Panitia Expo Pendidikan Katolik, RD. Edward Paulus Suryandoko (Foto: Div)
Ketua Panitia Expo Pendidikan Katolik, RD. Edward Paulus Suryandoko (Foto: Div)

Yunitha menambahkan, capaian siswa di berbagai jenjang pendidikan mencakup bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut antara lain meliputi sains, olahraga seperti basket dan futsal, seni lukis, debat, serta kepemimpinan.


"Kami ingin menciptakan pemimpin yang humanis dan berwawasan global. Karena itu, pengembangan prestasi akademik harus berjalan seimbang dengan kegiatan nonakademik," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Expo Pendidikan Katolik, RD. Edward Paulus Suryandoko, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan Katolik di wilayah Keuskupan Surabaya.


Ia menjelaskan, area pameran dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Lantai bawah ditempati perguruan tinggi dan sekolah tinggi, sedangkan lantai atas menampilkan lembaga pendidikan dasar dan menengah, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.


Lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi antara lain perguruan tinggi Katolik di bawah Yayasan Widya Yuwana, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta sekolah tinggi kesehatan di bawah Yayasan Pendidikan Kesehatan Arnoldus dan Yayasan Dharma Cendika.


Menurut RD. Edward, expo ini tidak hanya memperkenalkan lembaga pendidikan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong sekolah-sekolah Katolik untuk memperkuat kerja sama dalam mengembangkan layanan pendidikan di wilayah Keuskupan Surabaya, yang mencakup sejumlah kabupaten dan kota.


Ia menambahkan, pendidikan Katolik memiliki kekhasan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang berakar pada cinta kasih Kristus. Nilai belas kasih menjadi landasan untuk mendidik peserta didik agar mampu menghargai dan melayani sesama.

Yayasan Paratha Bhakti Surabaya memperkenalkan lembaga pendidikan dan keberagaman budaya melalui partisipasinya dalam Expo Pendidikan Katolik di Galaxy Mall Surabaya
Yayasan Paratha Bhakti Surabaya memperkenalkan lembaga pendidikan dan keberagaman budaya melalui partisipasinya dalam Expo Pendidikan Katolik di Galaxy Mall Surabaya (Foto: Div)

Selain itu, semangat kemandirian juga menjadi nilai penting yang ingin dikembangkan melalui pendidikan Katolik. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan pribadi yang berkarakter dan bertanggung jawab.


Selain pameran lembaga pendidikan, Expo Pendidikan Katolik juga menghadirkan sesi talk showĀ dengan dua narasumber, yakni Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Romo Didik dan cendekiawan Katolik Frans Magnis-Suseno yang dikenal sebagai Romo Magnis.


Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan masyarakat mengenai pendidikan serta nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraannya.


Melalui kegiatan ini, Keuskupan Surabaya berharap sinergi antarlembaga pendidikan Katolik semakin kuat dan masyarakat memperoleh informasi yang lebih luas mengenai pilihan sekolah serta nilai-nilai yang ditawarkan.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya