ITS Turunkan Satgas Kemanusiaan ke NTT, Siapkan Rumah Tahan Gempa dan Drone Pemetaan
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA – AnalisaPost | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus menerjunkan Tim Satgas Kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8). Bantuan tersebut mencakup kebutuhan logistik, layanan psikososial, hingga dukungan pemulihan infrastruktur dengan pendekatan teknologi berkelanjutan.

Penyaluran bantuan telah dimulai sejak Kamis (27/8) sebagai bagian dari respons ITS terhadap kondisi darurat yang masih dihadapi masyarakat terdampak. Pelaksanaan bantuan melibatkan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, serta Ikatan Alumni (IKA) ITS.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan ITS mendorong pemanfaatan keahlian sivitas akademika untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Menurut Bambang, tim pakar yang tergabung dalam Satgas Kemanusiaan ITS telah diterjunkan untuk membantu penanganan sejumlah fasilitas infrastruktur. Perbaikan mencakup dermaga, jalan, hingga jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antardaerah.
"Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” ujar Bambang.
Pada tahap kedua penanganan, ITS memusatkan bantuan pada lima daerah yang mengalami dampak paling besar. Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyebut sejumlah wilayah yang menjadi sasaran, di antaranya Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Dukungan logistik juga diperkuat melalui alokasi anggaran sebesar Rp400 juta dari IKA ITS. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat, termasuk tenda dan selimut.
Selain itu, ITS menyiapkan paket bantuan senilai Rp120.000 per tas. Paket tersebut berisi obat-obatan, vitamin, kebutuhan pokok, serta hygiene kit.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak, Satgas Kemanusiaan ITS mengoperasikan dapur umum terbatas di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dapur umum tersebut menyediakan sekitar 250 porsi makanan setiap hari.
"Satgas juga kembali menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban,” kata Taufany.
Di bidang infrastruktur, Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS Dr Ir Mudji Irmawan mengatakan tim telah melakukan asesmen terhadap kondisi infrastruktur di lapangan.
Hasil asesmen tersebut menjadi acuan dalam menentukan bentuk intervensi serta kebutuhan penanganan pada tahap kedua.
"ITS berupaya menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat resiliensi wilayah NTT dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang,” terang dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD mengatakan aspek teknologi juga menjadi bagian dari upaya ITS dalam mendukung penanganan dampak bencana di NTT.
Hepi bersama tim berencana mengembangkan sejumlah teknologi, antara lain rumah tahan gempa, sensor deteksi dini, serta prototipe drone yang digunakan untuk memetakan kerusakan bangunan.
Menurut Hepi, prototipe teknologi dan modul bangunan tersebut dirancang agar dapat diterapkan oleh tenaga lokal dengan cara yang ekonomis dan efektif. Pengembangan juga mempertimbangkan penggunaan teknologi yang terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan di wilayah terdampak.
Menurut Hepi, prototipe teknologi dan modul bangunan tersebut dirancang agar dapat diterapkan oleh tenaga lokal dengan cara yang ekonomis dan efektif. Pengembangan juga mempertimbangkan penggunaan teknologi yang terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan di wilayah terdampak.

“Hal ini didukung dengan penggunaan sensor berbiaya rendah (low cost) serta prototipe deteksi kerusakan yang pernah sudah dilaporkan,” pungkas pakar dari Departemen Teknik Geomatika ITS tersebut.
Rangkaian kegiatan Satgas Kemanusiaan ITS tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui layanan kesehatan dan pemulihan psikososial bagi korban terdampak.
Upaya tersebut juga sejalan dengan SDGs poin ke-11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.
Kolaborasi antara ITS, Yayasan Manarul Ilmi, Ikatan Alumni, serta berbagai pihak juga mendukung SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama dalam mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di NTT. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar