top of page

Kejar 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029, ITS Diperkuat sebagai Inkubator di Jatim

20 menit yang lalu
3 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Akses pembiayaan bukan satu-satunya persoalan yang harus diselesaikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemampuan mengembangkan produk, melakukan riset, hingga menembus pasar juga menjadi perhatian pemerintah dalam upaya menciptakan lebih banyak wirausaha baru.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan keterangan kepada awak media dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur di Surabaya
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan keterangan kepada awak media dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur di Surabaya (Foto: Charles).

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah menyiapkan penguatan lembaga inkubator sebagai bagian dari strategi mencapai target 10 juta wirausaha dan pekerja hingga 2029.


Menurut Maman, inkubator diperlukan agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dalam mengembangkan usahanya.


Hal tersebut disampaikan Maman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur dan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Gedung Pusat Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9/2026).


ā€œTargetnya adalah menghasilkan 10 juta wirausaha dan pekerja,ā€ kata Maman.


Ia menjelaskan, pendampingan melalui inkubator mencakup pengembangan produk, riset, hingga pemasaran. Menurutnya, sejumlah produk UMKM sebenarnya memiliki kualitas dan potensi, tetapi tidak berkembang karena proses riset dan pengembangannya tidak berkelanjutan.


ā€œBanyak produk UMKM kita bagus, tetapi akhirnya mandek,ā€ ujarnya.


Maman juga mendorong perguruan tinggi mempercepat hilirisasi hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti di lingkungan kampus, melainkan dapat diterapkan dan masuk ke pasar.


Ia mencontohkan sejumlah inovasi ITS, seperti implan batok kepala dan kendaraan tanpa awak. Pemerintah, kata Maman, akan mendukung proses perizinan, sertifikasi, serta mempertemukan inovator dengan sumber pembiayaan.


Namun, persoalan pasar masih menjadi tantangan tersendiri. Maman mengatakan dukungan pembiayaan dan proses sertifikasi terus dilakukan, tetapi sebagian UMKM masih menghadapi kesulitan dalam menjual produk.


"UMKM kita tidak mampu menjual barangnya,ā€ katanya.


KUR Jatim Tembus Rp37 Triliun

Di sisi pembiayaan, penyaluran KUR di Jawa Timur hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp37 triliun kepada sekitar 643.000 debitur UMKM.


Dari total tersebut, sekitar Rp23 triliun disalurkan ke sektor produksi. Maman menjelaskan akad massal KUR dalam kegiatan tersebut merupakan simbolisasi dari penyaluran pembiayaan yang telah berjalan.


Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam memperkuat UMKM melalui teknologi, inovasi, desain, dan peningkatan produktivitas.


ITS bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalankan sejumlah program, antara lain kewirausahaan berbasis pesantren, pendampingan desain kemasan UMKM, serta program kewirausahaan bagi siswa SMA.


Program kewirausahaan siswa tersebut telah menghasilkan lebih dari 9.000 kelompok usaha.

Melalui kawasan Science and Techno Park, ITS juga telah membina lebih dari 180 startup yang berasal dari mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat umum.


Bambang mengatakan pengembangan UMKM dan startup membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta pelaku usaha.


"Yang perlu disediakan pemerintah dan industri adalah kolamnya,ā€ tuturnya.

Suasana peserta mengikuti Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur di Surabaya.
Suasana peserta mengikuti Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur di Surabaya, Rabu (Foto: Chales).

22 Inkubator Digandeng di Jawa Timur

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan Jawa Timur memiliki peran penting dalam pengembangan inkubator bisnis.


Kementerian UMKM menggandeng 22 lembaga inkubator di Jawa Timur untuk memperkuat pendampingan bagi calon maupun pelaku usaha.


Tahun ini, terdapat komitmen inkubasi terhadap sekitar 40 tenant. Dengan asumsi setiap tenant menyerap tiga tenaga kerja, program tersebut berpotensi menciptakan sekitar 120 lapangan pekerjaan.


Selain itu, sekitar 600 UMKM mengikuti program inkubasi pembiayaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 pelaku usaha telah lolos dalam tahapan pembiayaan.


Sebanyak 71,3 persen akses pembiayaan masuk ke sektor produksi, sedangkan sekitar 62 persen diberikan kepada perempuan pengusaha UMKM.


Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur juga menjadi ruang bagi startup untuk memperkenalkan inovasi di bidang robotik, kesehatan, maritim, ekonomi hijau, hingga kecerdasan buatan.


Riza mengatakan tantangan selanjutnya adalah membawa inovasi tersebut keluar dari tahap prototipe agar dapat masuk ke pasar dan berkembang menjadi bisnis.


Dengan demikian, penguatan ekosistem kewirausahaan tidak berhenti pada penyediaan modal maupun penciptaan produk baru. Pendampingan, akses pasar, dan keterhubungan dengan industri menjadi bagian penting agar inovasi dapat berkembang menjadi usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong munculnya sumber-sumber ekonomi baru.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya