Kejurda FORBASI Jatim 2026, Adu Prestasi Baris-Berbaris Menuju Kejurnas
SURABAYA - analisapost.com | Sebanyak 211 tim dari 21 kabupaten/kota di Jawa Timur berkompetisi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Forum Baris Indonesia (FORBASI) Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 10-11 Oktober 2026 di Kompleks Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Ajang ini menjadi bagian dari pembinaan atlet baris-berbaris sekaligus upaya menanamkan karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme kepada generasi muda.
Ketua Pelaksana Kejurda FORBASI Jawa Timur 2026, Eka Norman, menjelaskan bahwa peserta yang berlaga merupakan para pemenang dari kejuaraan tingkat cabang (Kejurcab) yang diselenggarakan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Dari 24 cabang yang telah terbentuk, sebanyak 20 cabang menyelenggarakan Kejurcab untuk menjaring tim terbaik yang kemudian berkompetisi di tingkat provinsi.
Menurut Eka, enam tim terbaik dari setiap kategori akan memperoleh kesempatan melanjutkan kompetisi ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
"Peserta yang bertanding merupakan juara dari Kejurcab di berbagai daerah. Karena itu, kejuaraan ini bisa dikatakan sebagai perang bintang. Mereka akan bersaing sesuai kelompok umur dengan penilaian dari juri berlisensi," ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penilaian yang diterapkan dalam Kejurda tersebut mengacu pada format yang akan digunakan di tingkat nasional. Pihaknya berharap kompetisi ini dapat meningkatkan sportivitas, semangat berkompetisi, serta kualitas pembinaan atlet baris-berbaris di Jawa Timur.
Kejurda FORBASI Jawa Timur 2026 mengusung tema "Bergerak untuk Jawa Timur Hebat" dengan semangat "Tegak, Bergerak, Berdampak". Kompetisi mempertandingkan tiga cabang, yakni Lomba Baris-Berbaris (LOBB), Regu Pengibaran Bendera (RUKIBRA), dan Variasi Formasi Musik (VARFORMUS).
Peserta terbagi dalam empat kelompok, yaitu U-12 atau sederajat sekolah dasar (SD), U-15 atau sederajat sekolah menengah pertama (SMP), U-19 atau sederajat sekolah menengah atas (SMA), serta kategori umum.
Eka mengatakan, pemilihan Kompleks Untag Surabaya sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan fasilitas lapangan dalam ruangan dan luar ruangan yang tersedia. Selain itu, kampus tersebut dinilai sesuai dengan semangat kebangsaan yang ingin dibangun melalui kegiatan olahraga baris-berbaris.

Peserta terbagi dalam empat kelompok, yaitu U-12 atau sederajat sekolah dasar (SD), U-15 atau sederajat sekolah menengah pertama (SMP), U-19 atau sederajat sekolah menengah atas (SMA), serta kategori umum.
Eka mengatakan, pemilihan Kompleks Untag Surabaya sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan fasilitas lapangan dalam ruangan dan luar ruangan yang tersedia. Selain itu, kampus tersebut dinilai sesuai dengan semangat kebangsaan yang ingin dibangun melalui kegiatan olahraga baris-berbaris.
Peserta terjauh dalam kejuaraan ini berasal dari Banyuwangi. Penyelenggara juga memperkirakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 4.000 peserta dan 2.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Sementara itu, Ketua FORBASI Provinsi Jawa Timur, Adityanto Indratama, mengatakan Kejurda menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga baris-berbaris yang terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pengembangan prestasi para pembaris di tingkat daerah.
"Melalui penyelenggaraan Kejurda ini, kami membawa semangat Tegak, Bergerak, Berdampak sebagai landasan dalam membangun ekosistem olahraga baris-berbaris yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembinaan prestasi para pembaris di tingkat daerah," kata Adityanto.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk meraih prestasi, tetapi juga mempertemukan berbagai pihak guna memperkuat kolaborasi dalam pembinaan generasi muda.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda FORBASI Jawa Timur 2026.
Menurutnya, olahraga baris-berbaris dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama antara organisasi olahraga, lembaga pendidikan, pemerintah, komunitas kepemudaan, dunia usaha, dan media massa.
Salah satu peserta, Rahmawati dari SMP Negeri 1 Sumber gempol, Tulungagung, mengatakan timnya berencana menampilkan pertunjukan yang mengangkat sejarah Tulungagung. Sebanyak 16 siswa kelas VIII dan IX terlibat dalam penampilan tersebut.
Ia menyebut timnya telah menjalani persiapan selama dua minggu. Sebelum mengikuti Kejurda tingkat provinsi, tim tersebut juga pernah meraih juara di tingkat daerah.
"Kalau di daerah kita sudah pernah juara. Persiapannya membutuhkan waktu dua minggu," kata Rahmawati kepada awak media AnalisaPost, Sabtu (10/10/26).
Melalui Kejurda ini, FORBASI Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat jalur pembinaan dari tingkat cabang hingga nasional, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang disiplin, menjunjung sportivitas, dan memiliki semangat kebangsaan.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar